Ketua DPRD Kukar Imbau Masyarakat Selalu Antisipasi Bahaya Karhutla

DPRD Kukar Harap Pembangunan Jembatan Sebulu Sesuai Target Perencanaan
Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid. (Zulkar/Komparasi)

KUTAI KARTANEGARA — Beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami kebakaran lahan gambut. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar telah memetakan empat kecamatan yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Yakni Muara Kaman, Muara Wis, Muara Muntai dan Samboja.

Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid menanggapi isu tersebut. Dia mengimbau masyarakat untuk selalu mengantisipasi bahaya Karhutla.

Baca Juga  Prokontra JHT Usia 56 Tahun, Kukar Masih Tahap Sosialisasi

Rasid beranggapan musim kemarau dan cuaca panas yang ekstrem ini menjadi faktor penyebab rawannya Karhutla.

“Kita harus mengantisipasinya, Jangan membakar-membakar lahan dulu, karena kondisi rawan,” kata Rasid.

Selain itu, musim kemarau bisa menyebabkan api cepat merambat, apalagi jika ditambah dengan embusan angin. Jika hal tersebut terjadi, maka penanganan pun akan sulit, mengingat medan yang berat dan susah dijangkau.

Baca Juga  Markaca Apresiasi Rencana Pemkot Samarinda Bangun Kolam Retensi, Ini Alasannya

Dampak asap yang ditimbulkan juga tidak baik bagi kesehatan tubuh. Seperti infeksi saluran pernapasan, sesak napas, iritasi kulit hingga iritasi mata.

“Makanya, mungkin harus kita semua menjaga ini, jangan sampai kebakaran-kebakaran hutan yang ada di Kukar ini semakin luas dan jangan sampai ada korban,” tegasnya. (zu)