
SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno menyayangkan adanya dana corporate social responsbility (CSR) sejumlah perusahaan di Kaltim yang mengalir ke Jawa. Sebagaimana yang sebelumnya diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi.
Jasno menyesalkan ada perusahaan yang melakukan produksi di Kaltim namun dananya mengalir ke daerah luar Kaltim. Padahal merujuk amanat undang-undang seharusnya menyejahterakan masyarakat sekitar.
“Ini sangat disayangkan dan miris terjadi di Kaltim. Pemerintah dan DPRD Kaltim harus mengusut tuntas persoalan ini. Semua perusahaan di Kaltim yang mengantongi izin harus diselidiki data CSR-nya ke mana saja,” tegasnya, Jumat (20/5/2022).
Harusnya, menurut Jasno, perusahaan di Kaltim terutama eksploitasi batu bara peka terhadap persoalan sosial masyarakat sekitar areal menambang.
Jika itu CSR-nya digelontorkan dalam sektor pendidikan lewat beasiswa, kenapa tidak disalurkan kepada perguruan tinggi di Kaltim. Banyak universitas atau mahasiswa yang butuh dana beasiswa bagi penunjang pendidikannya.
“Ini pelanggaran besar, mereka melakukan eksploitasi sumber daya alam yang ada di Kaltim. Memiliki tanggungjawab yang besar untuk memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat Kaltim,” sebutnya.
Semestinya, kata Politisi PAN itu, CSRdiperuntukkan masyarakat Kaltim. Khususnya daerah sekitar perusahaan tambang itu beroperasi.
“Sudah CSR-nya bukan ke kita, mengeruk sumber daya alam kita, kita juga yang rugi, ini pelanggaran,” tegas Jasno.
Berkaca pada kejadian ini, dirinya mengharapkan seluruh perusahaan batu bara yang beroperasi di Samarinda menyalurkan dana CSR-nya ke warga Samarinda.
“Jangan sampai CSR-nya keluar Samarinda, apalagi tidak ada CSR-nya,” tegasnya.
Kendati demikian, Jasno membeberkan pihaknya berencana memanggil sejumlah perusahaan batu bara yang sedang beroperasi di areal Samarinda. Yang tercatat mengantongi izin bakal dipanggil untuk dimintai keterangan tentang data CSR-nya.
“Sehingga kami bisa tahu secara gamblang, terkait selama ini dana CSR-nya digelontorkan ke mana saja,” pungkasnya. (xl)












