SAMARINDA – Kondisi penyalahgunaan narkotika di Kaltim cukup memprihatinkan. Angka penyalahgunaan narkotika terus mengalami peningkatan dan pergeseran di berbagai kalangan, termasuk usia pelajar.
Sebagaimana disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Ahmat Fadholi saat menjadi pembicara pada dialog terkait cegah narkoba sejak dari sekolah, secara virtual, Senin (8/6/2026).
“Di tengah upaya bangsa Indonesia menyiapkan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045, kita justru dihadapkan pada tantangan banyaknya generasi usia sekolah yang terpapar penyalahgunaan narkotika,” terangnya.
Fadholi menyebutkan, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Bahkan, anak-anak usia sekolah sudah banyak yang menyalahgunakan bahan adiktif maupun obat-obatan tertentu.
“Mereka bisa dengan mudah memperoleh obat-obatan di apotek untuk disalahgunakan. Ini tidak kalah berbahaya dari narkotika karena obat memiliki efek samping apabila digunakan tanpa dosis, komposisi, dan resep dokter yang tepat. Tentu hal itu berdampak buruk bagi kesehatan,” jelasnya.
Ditambahkan, penyalahgunaan zat adiktif sering kali menjadi pintu masuk menuju penyalahgunaan narkoba. Bahan-bahan seperti rokok, lem, dan zat adiktif lainnya bahkan sudah mulai dicoba oleh sebagian anak usia sekolah dasar.
Menurutnya, maraknya peredaran narkotika saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi, media sosial, dan arus globalisasi yang membuat akses terhadap narkoba semakin mudah.
Selain itu, persoalan kesehatan mental juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Tidak hanya orang dewasa, remaja pun rentan mengalami stres, kecemasan, hingga overthinking akibat tekanan sosial maupun lingkungan pergaulan.
“Hal-hal sederhana, seperti merasa berbeda dari teman-temannya karena sepatu atau jilbab yang digunakan, bisa membuat sebagian remaja menjadi baper dan overthinking. Kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi celah bagi penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Fadholi menilai kemampuan menyaring informasi dan mengelola emosi sangat penting bagi remaja. Di tengah kondisi mental yang rentan, remaja yang tidak memiliki ketahanan diri akan lebih mudah terpengaruh untuk mencoba narkotika maupun zat adiktif lainnya.
Karena itu, peran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan. Orang tua dan guru harus aktif memberikan pengawasan, edukasi, serta pendampingan kepada anak-anak.
“Untuk pelajar, yang paling penting adalah jangan sampai menyalahgunakan obat-obatan apa pun. Prinsipnya, obat harus digunakan sesuai resep dan anjuran dokter. Di sinilah peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Fadholi juga mengajak generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai benteng dari penyalahgunaan narkoba. “Untuk membentuk badan yang sehat dan pikiran yang sehat, terapkan pola hidup sehat dan jangan lupa untuk selalu bahagia,” pungkasnya. (xl)












