KUKAR IDAMAN SEP 26

Penanganan Kebakaran di Tenggarong, DPRD Kukar Soroti Jaringan Air Permukiman

Penanganan Kebakaran di Tenggarong, DPRD Kukar Soroti Jaringan Air Permukiman
Ketua Komisi IV DPRD Kukar Andi Faisal saat diwawancara usai RDP. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penguatan sarana pemadam kebakaran di kawasan rawan kebakaran di Tenggarong. Termasuk rencana pemasangan hidran di kawasan Danau Aji.

Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kukar mengenai zona merah kebakaran di Kecamatan Tenggarong dan evaluasi kebakaran permukiman, Senin (12/10/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, mengatakan penguatan sarana pemadam kebakaran diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi. Terutama di kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan akses air.

Menurutnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar telah memetakan sejumlah zona merah kebakaran di Tenggarong. Namun, upaya pemasangan sarana pendukung masih menghadapi kendala di lapangan.

Salah satu persoalan yang muncul ialah penolakan sebagian masyarakat terhadap pemasangan tandon air berkapasitas 5.000 liter dan sarana pendukung jaringan air.

Baca Juga  Jadi Tender Politik Prabowo, Kepala BGN Sudaryono Sebut MBG Tak Bisa Dihentikan

“Makanya, tadi kita mengundang camat, lurah, dan Forum RT agar masyarakat bisa segera diedukasi. Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi kebakaran seperti kemarin. Kalau pun terjadi kebakaran, penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Andi Faisal.

Dia mengatakan, DPRD Kukar telah mengumpulkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk membahas solusi atas kendala tersebut. Di antaranya PDAM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam pembahasan itu, Disperkim diminta menyiapkan minimal dua hingga tiga tandon air. DPRD juga berupaya mendorong dukungan dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), termasuk menjajaki bantuan dari Bank BPD.

Baca Juga  Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Cegah Stunting dengan Manfaatkan SDA

Sementara itu, PDAM diharapkan memperkuat jaringan distribusi air agar pasokan dapat menjangkau gang-gang permukiman yang rawan kebakaran.

Andi Faisal menyebut, keterbatasan pasokan air dan lambatnya pengisian kembali menjadi kendala saat terjadi kebakaran besar sebelumnya. Bahkan, berdasarkan laporan yang diterima DPRD, terdapat sejumlah pipa yang tidak memiliki pasokan air.

“Kendala kemarin saat kebakaran besar adalah pasokan air yang kurang dan pengisian kembali yang lambat. Ternyata, beberapa pipa juga tidak memiliki air. Ini yang disampaikan kepada kita dan ke depan harus diperbaiki,” katanya.

Selain pembenahan jaringan air dan penyediaan tandon, rencana pemasangan hidran di kawasan Danau Aji juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan kebakaran.

Baca Juga  Pastikan Semua Warga Memilih, Pj Gubernur Kaltim Harap KPU Buat TPS Berbasis Regional

DPRD meminta camat, lurah, dan ketua RT ikut mengedukasi warga di sekitar lokasi agar pemasangan sarana tersebut dapat berjalan dan mendukung penanganan kebakaran di kawasan permukiman. (fjr/adv)