KUTAI KARTANEGARA – Tim Alligator Satreskrim Polres Kutai Kartanegara berhasil membekuk tiga pelaku sindikat penipuan emas palsu yang beraksi di Toko Emas Cahaya Baru 2, Jalan Danau Semayang, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Ketiga tersangka yakni berinisial MS (37), HH (34), dan RS (38), ditangkap Kamis (31/7/2025) di Balikpapan setelah mencoba menukar perhiasan palsu dengan emas asli.
Kasus ini bermula Rabu (30/7/2025) sekira pukul 10.00 Wita, saat tersangka MS datang ke toko emas milik korban berinisial MF untuk menjual cincin emas seberat 5,07 gram dan kalung emas seberat 29,9 gram.
“Usai transaksi, tersangka kembali membeli perhiasan lain. Pemilik toko curiga dengan kalung yang dijual tersangka. Setelah dicek, ternyata kalung tersebut hanya dilapisi emas, sementara bagian dalamnya terbuat dari perak,” ujar Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Ecky Widi Prawira, mewakili Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra, Jumat (15/8/2025).
Dari penyelidikan, terungkap modus para pelaku adalah menukar emas palsu yang dilengkapi nota pembelian fiktif. Nota tersebut dibuat oleh tersangka HH, sementara RS berperan sebagai penyedia emas palsu yang didapat dari perajin di Banten. Emas palsu itu kemudian digunakan MS untuk menipu toko perhiasan.
“Para pelaku bekerja sama dengan peran masing-masing. MS sebagai eksekutor, HH pembuat nota fiktif, dan RS penyedia emas palsu sekaligus otak ide penipuan ini,” jelas AKP Ecky.
Usai menukar kalung palsu dengan emas asli, para pelaku bergegas menuju Pasar Tenggarong, lalu melarikan diri menggunakan mobil menuju Samarinda dan Balikpapan. Berbekal laporan korban, Tim Alligator melakukan pengejaran hingga berhasil mencegat kendaraan pelaku di Jalan Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Polisi mengamankan berbagai barang bukti, termasuk perhiasan emas asli dan palsu, nota pembelian fiktif, uang tunai Rp1.250.000, beberapa bolpoin yang digunakan membuat nota, serta rekaman CCTV.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun. “Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” tutup AKP Ecky. (fjr)
rtp slot link slot toto slot situs slot











