KUKAR IDAMAN SEP 26

Produksi Ikan Asin di Semayang Menurun, Tengkulak Kehilangan 50 Persen Pasokan

Produksi Ikan Asin di Semayang Menurun, Tengkulak Kehilangan 50 Persen Pasokan
Aktivitas nelayan menangkap ikan di Danau Semayang untuk diolah jadi ikan asin. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Penurunan hasil tangkapan nelayan di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, membuat usaha pengolahan ikan asin terpukul. Jamal, tengkulak ikan yang sudah berusaha sejak tahun 2000, menyebut pasokan ikan turun hingga 50 persen dalam delapan tahun terakhir.

“Turunnya sampai 50 persen. Sangat drastis,” kata Jamal, Kamis (26/3/2026).

Jamal selama ini membeli ikan dari nelayan Semayang dan desa sekitar. Ikan tersebut diolah menjadi ikan asin dan 99 persen dipasok ke Jakarta.

Baca Juga  Para Ketua RT di Kukar Usulkan Penambahan Anggaran Program Rp50 Juta Per RT

Sebelum 2018, volume penjualan Jamal stabil di kisaran 150 ton per tahun. Pada musim panen, khususnya Mei–Agustus, ia bisa mengumpulkan hingga 8 ton ikan per hari.

Namun kondisi itu kini tinggal cerita. Di luar musim panen, Jamal hanya memperoleh 300–500 kilogram per hari. Saat musim panen pun tak lagi melimpah seperti dulu, hanya sekitar 3 ton per hari. “Sekarang usaha ikan asin sangat sulit. Penurunan jauh sekali,” ucapnya.

Baca Juga  Aksi Tiga Bocah Tenggarong Nekat Bobol Outlet Terekam CCTV

Jamal mengatakan, omzet kini hanya cukup untuk kebutuhan harian. Sementara aktivitas produksi yang dulu padat, kini berkurang karena minimnya pasokan.

Soal penyebab menurunnya tangkapan, Jamal tidak bisa memastikan. Namun ia menyebut nelayan sempat mengeluhkan penggunaan alat tangkap modern yang tidak ramah lingkungan. Faktor perubahan kualitas air juga diduga mempengaruhi populasi ikan.

“Belum tentu apa sebabnya. Yang pasti kondisinya sekarang sangat berbeda,” tutupnya. (fjr)