Raperda Ketahanan Keluarga Dinilai Bisa Tekan Angka Perceraian di Samarinda

Ilustrasi perceraian. (Istimewa)

SAMARINDA – Angka kasus perceraian di Samarinda yang cukup tinggi, mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ahmat Sopian Noor. Menurutnya, hal itu akan berdampak negatif untuk kesejahteraan masyarakat di waktu yang akan mendatang.

“Tentu dengan tingginya angka perceraian, maka ini juga akan berdampak negatif untuk masyarakat Samarinda,” ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, Sopian mendorong sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan, sepasang kekasih perlu menyatukan visi, misi dan kesiapan lainya dalam berumah tangga.

“Tentu yang penting dalam rumah tangga itu adalah menyatukan visi dan misi dalam berkeluarga, perlu kedewasaan dan pemahaman tentang hidup berkeluarga,” jelasnya.

Baca Juga  Tekankan Keterlibatan Publik, Pemkab dan DPRD Kukar Bahas Tujuh Raperda Strategis

Politisi Golkar ini mengungkapkan, masyarakat Samarinda perlu meningkatkan ketahanan keluarga. Dengan cukupnya ilmu tentang faktor-faktor pendukung internal dan eksternal dalam berumah tangga.

“Kami juga harus paham apa saja faktor pendukung. Seperti faktor agama, ekonomi, sosial, adat istiadat dan yang terpenting itu niat dalam berumah tangga,” katanya.

Dia menegaskan, dalam setiap hubungan perlu ada komunikasi yang positif, baik antara suami dan istri maupun pada anak. Hal tersebut menurut dirinya mampu mencegah hal hal yang tidak di inginkan.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Anggaran Pembinaan Atlet Masih Minim

“Intinya adalah komunikasi dua arah, baik antara laki-laki dan perempuan maupun pada anak, sehingga menghadapi masalah itu bisa dikomunikasikan agar ketahanan keluarga terus kokoh,” paparnya.

Sopian meyakinkan pihaknya akan segera merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ketahanan Keluarga, agar satu diantaranya bisa menekan angka perceraian di Samarinda.

“Kami juga terus membahas dan akan segera merampungkan Raperda Ketahanan Keluarga, agar bisa mengatasi permasalahan dalam rumah tangga,” tutupnya. (zu)