SAMARINDA – Setiap tahun, harga-harga terus naik (inflasi). Hal ini tentu menyebabkan daya beli masyarakat jadi berkurang. Jika tidak ada upaya pengendalian dari pemerintah, akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha pun akan jadi lesu.
Pemerintah tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan inflasi agar tak bergejolak di masyarakat. Diantaranya membagikan 10 hektare tanah kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan 10 ribu bibit cabai.
Anggota DPRD Samarinda Abdul Rofik menyambut positif aksi pemerintah tersebut. Baginya, tidak ada alasan tidak mendukung program pemerintah selama untuk kepentingan masyarakat luas.
Namun, Rofik mengingatkan pemerintah agar jangan hanya sekadar program formalitas semata. Rencana itu mesti benar-benar dilaksanakan agar tidak menjadi bumerang bagi pemerintah itu sendiri.
“Kami setuju kalau pemerintah memperhatikan imbauan presiden, kita harus menjaga ketahanan pangan untuk pengendalian inflasi,” ujar Rofik.
Ditegaskannya, untuk memastikan program tersebut benar benar direalisasikan, Rofik berjanji akan turut mengawasi dan mengawal rencana pengendalian inflasi itu.
“Artinya kalau program Pemkot itu baik, kita akan dukung, tetapi kalau itu hanya sebuah dagelan maka akan kita persoalkan,” tegas Rofik. (ded)












