Sungai Terhimpit Bangunan, Penanganan Banjir Kian Berat

Sungai Terhimpit Bangunan, Penanganan Banjir Kian Berat
Novan Syahronny Pasie. (istimewa)

SAMARINDA – Persoalan banjir di Kota Samarinda memang kompleks. Tak hanya disebabkan tambang yang marak, namun juga pembukaan lahan baru untuk perumahan. Bahkan, ditambah lagi dengan banyaknya anak Sungai Mahakam yang kini terhimpit bangunan. Kondisi tersebut jadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Samarinda.

Selain itu, kondisi daratan Kota Samarinda yang terbilang lebih rendah juga jadi penyebab. Namun kata Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie pemerintah tak boleh pasrah dengan kondisi tersebut. Dirinya pun akan terus mendukung pemerintah dalam penanganan banjir.

Baca Juga  Joha Berharap Kewenangan Izin Tambang Dikembalikan ke Daerah

“Emang dataran kita rendah, tapi jangan sampai kita berhenti di situ karena dataran kita rendah,” ungkapnya.

Persoalan lain, bangunan yang menjamur di sisi kiri dan kanan sungai jadi pekerjaan pemerintah. Pasalnya, bangunan bangunan tersebut masih aktif di huni warga. Jika ingin ditertibkan, Pemkot Samarinda tentu akan menghadapi warganya sendiri. Namun jika dibiarkan, penanganan banjir tak akan pernah selesai.

“Aliran dari belakang Kampus Untag 45 Samarinda, Jalan Wijaya Kesuma, Jalan Antasari hingga tembus ke pasar ijabah. Sebagian air masuk lewat situ kalau ada banjir, nah tapi masalahnya sungai itu terhimpit oleh rumah warga,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Wacanakan Peresmian Teras Samarinda di Akhir Agustus

Novan berharap agar masalah banjir ini bisa diselesaikan satu persatu, mulai dari sumber masalah banjir hingga ke bagaimana merawat hingga tidak memicu banjir. Jangan sampai Samarinda terus terusan mengalami situasi seperti ini.

“Kita serahkan ke pemerintah karena merekalah eksekutornya. Kami di dewan hanya memberikan masukan,” paparnya. (ded)