Syamsuddin Minta Pemkot Samarinda Atasi Sampah untuk Kurangi Banjir

Syamsuddin. (istimewa)

SAMARINDA – DPRD Samarinda terus berupaya menggalakkan program pengendalian banjir Pemerintah Kota (Pemkot). Terkhusus persoalan sampah. Kendati Pemkot melakukan berbagai cara untuk mengendalikan banjir yang menjadi persoalan utama.

Dorongan ini disuarakan Anggota Komisi III DPRD Samarinda Syamsuddin. Sebab kata dia, banjir dan sampah hingga saat ini masih menjadi perhatian warga kota.

“Kami terus mendorong agar Pemkot Samarinda tetap fokus dan melanjutkan program terkait penanggulangan banjir dan penanganan sampah pada tahun 2023. Sebab isu banjir dan sampah masih menjadi perhatian warga kota,” kata Politisi Partai PKB ini.

Namun demikian, Syamsuddin juga memberikan apresiasi kinerja Pemkot Samarinda pada tahun 2022 terkait penanggulangan banjir. Hal ini terbukti dari debit air secara signifikan menurun dan adanya pengurangan genangan di beberapa titik.

Baca Juga  Sekwan Imbau ASN DPRD Kukar Jaga Sikap Netralitas Selama Pilkada 2024

Menurutnya, hal yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagaimana menanggulangi banjir pada saat air sungai mengalami pasang meskipun drainase sudah mantap. Namun banjir tetap tak tertanggulangi saat terjadi air pasang.

“Maka perlu dilakukan koordinasi yang intens dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PUPR untuk segera melaksanakan pekerjaan pintu air. Nantinya bisa buka tutup dari Sungai Mahakam ke anak sungai dalam penanggulangan banjir saat pasang,” paparnya.

Terkait masalah sosial seperti pembebasan lahan yang menjadi tupoksi dari Dinas PUPR Kota Samarinda bisa tuntas di tahun 2023, terutama permukiman di Bantaran Sungai di Jalan AM Sangaji sampai jembatan Gatot Subroto hingga ke Jalan Tarmidi.

Baca Juga  Angkasa Jaya Minta Pemkot Samarinda Respons Cepat jika Ada Jalan Rusak

Menurutnya, penyelesaian pembebasan lahan di bantaran Sungai Karang Mumus terbukti efektif dalam mengurangi debit air banjir. Sebab akan mempercepat pekerjaan penurapan oleh BWS Kementerian PUPR.

Syamsuddin juga mengungkapkan, selain persoalan banjir juga persoalan sampah masih perlu diprioritaskan pada tahun 2023. Misalnya pemindahan dari TPA Gunung Sampah ke TPA Sambutan mesti disegerakan, di samping itu juga dioptimalkan realisasi TPA alternatif di Batu Cermin.

Baca Juga  Sutrisno Reses di Berambai, Warga Pinggiran Samarinda Butuh Perhatian

“Dalam hal pembuangan sampah, masyarakat juga mesti diedukasi secara kontinyu untuk tidak membuang sampah di sungai dan juga bisa memilah sampah organik dan nonorganik,” pungkasnya. (*)