KUTAI KARTANEGARA – Kekayaan alam di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan cukup baik. Selain itu sektor pariwisata juga tak kalah saing dengan daerah lainnya. Dalam hal ini Pemerintah Desa (Pemdes) Purwajaya berencana mendorong pengembangan sektor pariwisata.
Kepala Desa (Kades) Purwajaya Adi Sucipto mengatakan akan melakukan pengembangan sektor pariwisata yakni wisata Puncak Danau Biru.
“Di bidang pariwisata, kami masih terus membuka potensi. Salah satunya adalah kawasan Puncak Danau Biru yang masih dalam proses pengembangan,” jelasnya, Senin (19/5/2025).
Adi juga mengungkapkan hal menarik, Desa Purwajaya memiliki batu fosil sepanjang 24 meter, yang ditemukan di RT 15. Dia mengklaim fosil yang ditemukan di wilayahnya merupakan yang terpanjang di dunia.
“Fosil ini ditemukan sepanjang 24 meter, dan diperkirakan total panjangnya bisa mencapai 28 hingga 30 meter, karena sebagian masih tertutup tanah,” ungkapnya.
Namun karena mengalami kendala penggalian batu fosil, Pemdes Purwajaya akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai penemuan dan pengembangan lokasi tersebut untuk dijadikan destinasi wisata.
“Karena ada beberapa kendala, penggalian belum bisa dilanjutkan. Namun dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kukar dan Provinsi untuk menggali potensi ini,” ucap Adi.
Replika batu fosil tersebut juga sudah dirancang, dengan panjang sekitar 20 meter, serta direncanakan ditempatkan di Museum Samarinda. Dia berharap agar penemuan tersebut dapat segera ditindak lanjuti untuk diposisikan menjadi destinasi wisata atau tempat yang memiliki potensi wisata.
“Harapannya, proyek ini bisa kembali dilaksanakan di Purwajaya, dan akan kami upayakan kerja samanya pihak terkait,” tandasnya. (adv/fjr)












