KUKAR IDAMAN SEP 26

Kaltara Jadi Lokasi Pengembangan Industri Kimia dan Energi Indonesia

Kaltara Jadi Lokasi Pengembangan Industri Kimia dan Energi Indonesia
Salah satu landmark Kaltara. Provinsi ini bakal menjadi lokasi pengembangan industri kimia dan energi. (Perpusnas)

JAKARTA – Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi lokasi pengembangan industri kimia dan energi Indonesia. Sebagaimana disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuannya dengan sejumlah pemimpin perusahaan Tiongkok yang digelar di Hotel Shangri-La, Chengdu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat (28/07/2023).

Orang nomor satu di republik itu menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan industri kimia dan energi. “Indonesia memang berkomitmen untuk mengembangkan industri kimia dan energi di Indonesia, utamanya di Kalimantan Utara,” tuturnya.

Baca Juga  Samarinda Siap Menuju Kota Layak Anak Nindya, Begini Langkah-langkahnya

Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah menerbitkan peraturan tentang kebijakan industri nasional yang dinilai penting untuk mendukung target mencapai ekonomi hijau.

“(Aturan tersebut) berisi sasaran pembangunan dan juga pemanfaatan, penyediaan, dan penyaluran untuk kimia berbasis migas dan batubara,” jelas Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan bahwa para pemimpin usaha yang hadir tersebut nantinya akan berperan bagi pengembangan industri kimia di Indonesia.

Baca Juga  Duh, Rasio Penduduk Berpendidikan S2 dan S3 di Indonesia Masih Rendah

“Indonesia menargetkan untuk menjadi produsen petrokimia terbesar di Asia,” sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi investasi yang ditanamkan oleh sejumlah perusahaan yang hadir dalam membangun kawasan industri di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk dalam pembangunan kilang petrokimia yang berada di Kalimantan. (xl)