JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi berlarut-larut. Menurutnya, program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki tujuan yang baik dan kini fokus pemerintah adalah memperbaiki tata kelola pelaksanaannya.
“Saya kira perkara MBG kita jangan bertengkar lagi, itu barang baik, tinggal bagaimana pengelolaannya terus diperbaiki,” kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Luhut mengungkapkan Presiden Prabowo telah memberikan arahan terkait pelaksanaan MBG. Selain itu, DEN juga melakukan penelitian dan survei untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut.
Menurutnya, hasil survei yang memiliki margin of error sekitar tiga persen itu menunjukkan tingkat kredibilitas yang tinggi dan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan program ke depan.
“Presiden sudah memberikan arahan dan kami merespons dengan melakukan penelitian survei yang sangat kredibel, margin of error-nya sekitar tiga persen. Tinggal kita tata dengan baik,” ujarnya.
Selain membahas MBG, Luhut juga menyinggung langkah efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah. Ia menilai penggunaan anggaran program saat ini sudah cukup efisien, namun masih dapat ditingkatkan melalui penyaluran yang lebih tepat sasaran.
“Sudah efisien. Kalau seluruh program bisa lebih tepat sasaran, saya kira ke depan akan jauh lebih efisien lagi,” katanya.
DEN, lanjut Luhut, juga mendapat tugas untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program pemerintah, termasuk MBG, kemudian melaporkan hasilnya secara berkala kepada Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, anggota DEN Chatib Basri mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, efisiensi anggaran menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat keyakinan terhadap kebijakan pemerintah.
Ia juga mengingatkan adanya risiko kenaikan harga barang akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang perlu diantisipasi pemerintah.
“Salah satu isu penting yang harus diperhatikan adalah risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat pelemahan rupiah,” ujar Chatib.
Sementara itu, anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menyebut Presiden Prabowo turut menaruh perhatian besar terhadap efisiensi pelaksanaan program-program prioritas, termasuk MBG.
Menurut Firman, terdapat potensi penghematan anggaran yang cukup signifikan tanpa mengurangi tujuan utama program tersebut.
“Presiden menyampaikan efisiensi anggaran akan terus dilakukan, termasuk pada program prioritas seperti MBG. Ada angka yang cukup besar yang bisa dihemat dari sisi pelaksanaannya,” kata Firman.
Ia menambahkan pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat penerimaan negara sekaligus menjaga defisit fiskal di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. (zu)












