KUTAI KARTANEGARA — Program RTku Terbaik yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berpotensi tidak langsung mendapat anggaran Rp150 juta per RT pada APBD Perubahan 2026. Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan, besaran anggaran tersebut masih akan menjadi bahan pembahasan dan evaluasi bersama DPRD.
Salah satu pertimbangannya adalah waktu pelaksanaan program yang baru dimulai menjelang akhir tahun anggaran. Menurutnya, pemberian anggaran dalam jumlah besar akan lebih ideal jika program berjalan sejak awal tahun. Sementara pada APBD Perubahan 2026, pelaksanaannya diperkirakan baru dimulai sekitar Oktober.
“Kalau misalnya anggaran Rp100 juta itu efektif dan ideal kalau dilaksanakan dari Januari. Tetapi ketika ini sudah memasuki bulan sembilan dan akan dilaksanakan di bulan 10, itu pasti tidak ideal,” kata Ahmad Yani, Ahad (6/9/2026).
Karena itu, DPRD akan melakukan penyesuaian terhadap anggaran melalui proses pembahasan APBD Perubahan. Salah satu opsi yang disebut adalah memberikan sekitar Rp50 juta untuk setiap RT sebagai tahap awal.
“Harapannya pasti akan kita pangkas, minimal 50 persen, supaya itu juga bisa berjalan programnya,” ujarnya.
Ahmad Yani menegaskan, pemberian anggaran tersebut akan menjadi tahap uji coba untuk melihat efektivitas Program RTku Terbaik sebelum diterapkan secara penuh pada 2027.
“Di perubahan 2026 ini kita uji coba dulu. Kita pastikan kasih anggaran Rp50 juta per RT dengan konsekuensi kalau itu sukses, kita akan lanjutkan di 2027,” katanya.
Sebaliknya, jika pelaksanaan program masih menghadapi berbagai persoalan, hasil evaluasi pada 2026 akan menjadi pertimbangan DPRD dan pemerintah daerah dalam menyusun APBD murni 2027.
“Kalau masih ada masalah, karena kita juga bicara APBD murni tahun 2027, tentu kita akan menjadikan tolak ukur di tahun 2026,” kata Yani.
Dengan skema tersebut, DPRD ingin memastikan anggaran yang dialokasikan untuk program di tingkat RT tetap dapat digunakan secara efektif, meski waktu pelaksanaannya pada 2026 relatif singkat.
Program RTku Terbaik sendiri direncanakan masuk dalam APBD Perubahan Kukar 2026. Besaran akhir anggaran per RT masih menunggu hasil pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah. (fjr)












