KUKAR IDAMAN SEP 26

Konsumsi Solar Melonjak, Pemkab PPU Minta Tambahan 2.000 Kiloliter ke BPH Migas

SPBU di Babulu. (Dok. Tribratanews)

PENAJAM PASER UTARA — Lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memicu langkah cepat pemerintah daerah. Pemkab PPU resmi mengajukan usulan tambahan kuota solar subsidi sebanyak 2.000 kiloliter (KL) kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, menjelaskan bahwa secara akumulatif kuota BBM subsidi untuk wilayah PPU sebenarnya masih berada dalam rentang aman.

Baca Juga  Pemkot Ajak Pelaku Usaha Beri Diskon dan Gelar Festival Semarakkan HUT Samarinda

“Secara keseluruhan kuota untuk kabupaten sebenarnya masih mencukupi,” ujar Hadi.

Meski demikian, tekanan distribusi justru terjadi di tingkat penyerapan armada tiap SPBU. Berdasarkan pemetaan lapangan, SPBU di kawasan Penajam mencatatkan tingkat konsumsi yang sangat tinggi saban bulannya, khususnya untuk jenis solar.

“Namun, ketika kita hitung kuota per SPBU, penyaluran di SPBU Penajam ini memang sangat besar seiring tingginya pemakaian,” terangnya.

Melihat tren peningkatan permintaan yang terus menanjak, Pemkab PPU tak ingin ambil risiko terjadinya kelangkaan. Pemerintah daerah langsung menghitung ulang estimasi kebutuhan riil masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga  Pemprov DKI Nonaktifkan Lurah Kalisari Terkait Manipulasi Penanganan Aduan dengan AI

“Hasil estimasi penyerapan solar itulah yang menjadi dasar pengajuan tambahan kuota ke BPH Migas. Saat ini berkas usulan sedang berproses untuk ditandatangani kepala daerah,” tambah Hadi.

Melalui pengajuan kuota tambahan sebesar 2.000 KL ini, pasokan solar bersubsidi di PPU diharapkan tetap stabil serta mampu mengimbangi pesatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. (zu)