KUKAR IDAMAN SEP 26

Disperindag Kukar Kebut Penyelesaian Pabrik Rumput Laut Muara Badak

Disperindag Kukar Kebut Penyelesaian Pabrik Rumput Laut Muara Badak
Plt Kepala Disperindag Kukar Burhanuddin saat diwawancara. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih terkendala keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah memperkirakan membutuhkan sekitar Rp10 miliar untuk menuntaskan pekerjaan fisik dan fasilitas pendukung.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Burhanuddin mengatakan, bangunan pabrik dan mesin utama telah tersedia. Bahkan, mesin tersebut sempat menjalani uji coba, tetapi fasilitas pabrik belum sepenuhnya siap untuk operasional.

“Mesin sebenarnya sudah ada dan ditempatkan di dalam bangunan pabrik. Bahkan, mesin tersebut sudah sempat diuji coba. Hanya saja, kondisi keuangan negara menyebabkan adanya pemangkasan anggaran,” ujar Burhanuddin di Tenggarong, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga  Jembatan Sungai Nibung Resmi Beroperasi, Akhiri Penantian 13 Tahun Masyarakat 

Menurutnya, penyelesaian pembangunan semula direncanakan berlanjut melalui anggaran tahun ini. Namun, penyesuaian belanja pemerintah membuat alokasi untuk pekerjaan tersebut belum tersedia sesuai rencana.

Sejumlah pekerjaan masih perlu dituntaskan, termasuk penyempurnaan lantai pabrik agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan mesin serta penyediaan fasilitas pendukung operasional.

Burhanuddin mengatakan, pemerintah daerah masih perlu menghitung dan menyiapkan pembiayaan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut. Kebutuhan anggaran sementara diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Baca Juga  Raih WTP Ke-12, Bupati Kukar Tegaskan Tak Tutupi Catatan BPK

“Seharusnya ada anggaran tahun ini untuk penyelesaian pekerjaan fisik. Namun, karena rasionalisasi, anggarannya belum tersedia. Mudah-mudahan tahun depan masih ada alokasi untuk melanjutkan penyelesaiannya,” tuturnya.

Pemkab Kukar melalui Disperindag berharap kelanjutan pembangunan dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran berikutnya. Dengan begitu, bangunan dan mesin yang telah tersedia bisa dimanfaatkan sesuai tujuan awal pembangunan.

Pabrik tersebut direncanakan mengolah rumput laut menjadi tepung dan berpotensi dikembangkan untuk menghasilkan produk turunan lainnya. Menurut Burhanuddin, keberadaan fasilitas pengolahan di daerah diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah rumput laut yang dihasilkan masyarakat Muara Badak. 

Baca Juga  Layanan Disdukcapil Kukar Tetap Berjalan Penuh Meski WFH

Dengan pengolahan lebih lanjut, komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga berpeluang menjadi bahan baku industri. (fjr/adv)