KUKAR IDAMAN SEP 26

Bandara Sepinggan Balikpapan Catat Penurunan Jumlah Penumpang hingga 10,52 Persen

Bagian dalam Bandara Sepinggan Balikpapan. (istimewa)

BALIKPAPAN – Pergerakan angkutan udara di Kaltim sepanjang Januari hingga September 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penumpang yang dilayani Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan tercatat turun 10,52 persen.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Iwan Winaya Mahdar mengatakan, jumlah penumpang pada Januari–September 2026 mencapai sekitar 3,1 juta orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 3,5 juta penumpang.

“Selain penumpang, jumlah pergerakan pesawat juga mengalami penurunan sebesar 10,66 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya saat menjadi pembicara terkait menakar dinamika sektor transportasi Kaltim, virtual, Selasa (13/10/2026).

Iwan berharap semakin banyak kegiatan dan event yang digelar di Kalimantan Timur akan mendorong mobilitas masyarakat maupun distribusi barang melalui transportasi udara maupun pelabuhan, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  Kamera Jebak Deteksi Eksistensi Orang Utan di Cagar Alam Pararawen

Dia menjelaskan, lima rute penerbangan dengan jumlah penumpang terbanyak dari Bandara SAMS Sepinggan saat ini adalah Jakarta (Soekarno-Hatta), Surabaya, Makassar, Tarakan, dan Yogyakarta.

Kelima destinasi tersebut masih menjadi tujuan favorit masyarakat yang bepergian dari maupun menuju Balikpapan. Iwan optimistis trafik penumpang akan membaik pada akhir tahun, terutama saat periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Berdasarkan laporan kinerja bandara, pertumbuhan penumpang sepanjang Januari hingga Agustus 2026 hanya mencatat tren positif pada Maret, bertepatan dengan momentum arus mudik dan balik Lebaran.

Sementara pada Januari, Februari, April hingga Agustus, jumlah penumpang mengalami penurunan, bahkan mencapai dua digit. Menurut Iwan, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari situasi ekonomi global hingga tingginya harga tiket pesawat yang berdampak pada minat masyarakat untuk bepergian.

Baca Juga  Mahasiswa UMY Amankan Pria Diduga Intel Polisi. Polda DIY Klaim Jalankan Perintah Pengawalan

Karena itu, dia menilai penyelenggaraan berbagai event berskala nasional di Kalimantan Timur perlu terus didorong untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendongkrak sektor transportasi udara.

Di tengah penurunan penumpang domestik, Bandara SAMS Sepinggan justru mencatat kabar positif dari sektor internasional. Jumlah penumpang dan kunjungan warga negara asing (WNA) ke Kalimantan Timur mengalami peningkatan signifikan.

Data Januari–Juni 2026 menunjukkan jumlah WNA yang berkunjung ke Kaltim mencapai 72.747 orang atau naik 13,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 63.947 orang.

“Kunjungan internasional mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Wisatawan tersebut berasal dari Brunei Darussalam, Malaysia, Tiongkok, Singapura, India, Australia, Inggris, Korea Selatan, Filipina, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, hingga Jepang,” jelasnya.

Menurut Iwan, meningkatnya kunjungan wisatawan asal Tiongkok tidak lepas dari tingginya ketertarikan terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN), yang kini mulai berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di Kaltim.

Baca Juga  Puja Sera Tenggarong Beroperasi April, Pemkab Kukar Buka Kesempatan UMKM Lokal

“Kami melihat IKN menjadi daya tarik baru bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok. Karena itu kami berharap ke depan dapat terwujud penerbangan langsung dari Tiongkok ke Kalimantan Timur untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan maupun investasi,” pungkasnya. (xl)