KUKAR IDAMAN SEP 26

Samarinda Masih Bergantung pada Pasokan Pangan Luar Daerah, DPRD Dorong Produksi Lokal

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin.

SAMARINDA – Produksi beras di Samarinda terus meningkat, tetapi kebutuhan pangan masyarakat masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. DPRD Samarinda mendorong penguatan pertanian lokal agar potensi produksi di kawasan perkotaan bisa dimaksimalkan.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, mengatakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga bawang merah dan bawang putih, masih banyak didatangkan dari luar Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kalau melihat kondisi sekarang, kita masih banyak bergantung pasokan luar, termasuk beras, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan pangan lainnya,” kata Kamaruddin di DPRD Samarinda, Selasa (6/10/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat produksi beras pada 2025 diperkirakan mencapai 6.408,45 ton. Angka itu meningkat 18,71 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 5.398,37 ton. Sementara itu, produksi padi pada 2025 diperkirakan mencapai 11.017,35 ton gabah kering giling (GKG).

Baca Juga  Delapan Provinsi Ikuti Kukar Festival Budaya Nusantara 2025

Meski menunjukkan pertumbuhan, produksi tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam skala provinsi. Neraca pangan Kaltim 2026 memproyeksikan produksi beras sekitar 173.491 ton, sedangkan kebutuhan tahunan mencapai 400.695 ton.

Kesenjangan tersebut membuat pasokan dari luar daerah masih diperlukan. Pemerintah Provinsi Kaltim sebelumnya juga menyebut stok beras Bulog pada September 2026 dalam kondisi aman, meski sebagian pasokan didatangkan dari Jawa dan Sulawesi.

Kamaruddin menilai peningkatan produksi lokal perlu dilakukan secara bertahap untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

“Produksi lokal harus terus kita tingkatkan secara bertahap, sehingga ketergantungan terhadap pasokan daerah lain dapat berkurang dan ketahanan pangan semakin kuat,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu menegaskan, Samarinda tidak harus menghasilkan seluruh kebutuhan pangannya sendiri. Pengembangan pertanian bisa difokuskan pada komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan perkotaan, terutama sayuran.

Baca Juga  Pemerintah Mulai Persiapkan Peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di IKN

Kangkung dan sawi menjadi dua komoditas yang dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Data BPS Kota Samarinda mencatat luas panen kangkung pada 2025 mencapai 117,53 hektare, sedangkan petsai atau sawi mencapai 124,20 hektare.

“Untuk sayuran tertentu kita punya peluang besar, seperti kangkung, sawi, serta komoditas lain yang memungkinkan dikembangkan petani lokal secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Pengembangan pertanian tersebut juga dapat berjalan seiring dengan program urban farming yang didorong Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menjaga ketersediaan pasokan.

Menurut Kamaruddin, peningkatan produksi perlu didukung perlindungan lahan pertanian, ketersediaan irigasi, serta kemudahan bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian. Lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung produksi pangan lokal.

Baca Juga  Polisi Diminta Proaktif Tangani Kejahatan Seksual Korporasi Miss Universe

Ia berharap penguatan sektor pertanian dapat meningkatkan kontribusi petani Samarinda dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah secara bertahap. (zu)