KUKAR IDAMAN SEP 26

DKP Kaltim Sebut Penerbangan Langsung Berkontribusi Tingkatkan Ekspor Komoditas Laut

DKP Kaltim Sebut Penerbangan Langsung Berkontribusi Tingkatkan Ekspor Komoditas Laut
Kepala DKP Kaltim Irhan. (Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim menyatakan ekspor komoditas hasil laut Kaltim ke Tiongkok dan Malaysia terus menunjukkan tren positif. Melalui penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan.

Kepala DKP Irhan Hukmaidy mengatakan, jalur ekspor ini dinilai makin efisien dan membuka peluang pasar internasional yang lebih luas bagi produk perikanan Kaltim. Dengan izin ekspor hanya diberikan kepada perusahaan yang telah memenuhi persyaratan mutu serta standar keamanan pangan sesuai ketentuan negara tujuan.

Baca Juga  Pastikan Realitas di Lapangan, DiskopUKM Kukar Verifikasi 40 Ribu Unit UMKM

“Skema ekspor langsung ini merupakan kerja sama bisnis antara eksportir dan importir,” ungkapnya, dikutip dari siaran resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Irhan menilai, penerbangan langsung yang saat ini beroperasi dua kali dalam sepekan memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha. Selain memangkas biaya logistik, jalur ini juga mampu menjaga kualitas dan kesegaran hasil laut hingga tiba di negara tujuan.

Menurut Irhan, kapasitas ekspor saat ini mencapai sekitar 56 ton per bulan, dengan komoditas utama berupa udang windu yang memiliki nilai ekspor sekitar Rp173 miliar.

Baca Juga  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen di Tengah Berbagai Tantangan Global

Penerbangan langsung yang beroperasi dua kali setiap pekan dinilai lebih efisien karena mampu menekan biaya logistik sekaligus menjaga kesegaran hasil laut dari Kaltim.

“Beberapa komoditas sudah ada yang direct, Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” tambahnya.

Pemprov Kaltim berharap kemudahan akses ekspor melalui penerbangan langsung tersebut dapat mendorong peningkatan produksi sektor perikanan, memperluas pasar internasional. Serta meningkatkan pendapatan nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah. (xl)