KUKAR IDAMAN SEP 26

DPRD Samarinda Minta BUMD Tingkatkan Kontribusi bagi Pendapatan Daerah

Foto: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Istimewa)

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari sejumlah perusahaan daerah yang dimiliki Pemerintah Kota Samarinda, Perumda Tirta Kencana dinilai menjadi BUMD yang paling konsisten memberikan kontribusi terhadap kas daerah.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan capaian Perumda Tirta Kencana patut diapresiasi karena mampu melampaui target setoran PAD yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, target kontribusi PAD dari Perumda Tirta Kencana pada 2025 sebesar Rp12 miliar, namun realisasinya mencapai sekitar Rp17 miliar.

“Capaian tersebut menunjukkan kinerja perusahaan berjalan cukup baik. Selain memenuhi target, kontribusi yang diberikan juga memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah,” ujar Iswandi.

Baca Juga  Longsor di Desa Sepakat Ancam Lalu Lintas Jalur Tenggarong-Samarinda

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan perusahaan yang relatif stabil dan mampu menjaga kinerja usaha secara berkelanjutan.

Di sisi lain, DPRD menilai masih terdapat BUMD yang perlu meningkatkan kinerja agar manfaat penyertaan modal yang diberikan pemerintah daerah dapat lebih optimal. Salah satunya Perumda Varia Niaga yang dinilai masih perlu melakukan penguatan strategi usaha untuk meningkatkan kontribusi terhadap PAD.

Iswandi menyebut kontribusi yang diberikan perusahaan tersebut saat ini belum sebanding dengan dukungan modal yang telah dialokasikan pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir.

Karena itu, DPRD mendorong adanya evaluasi terhadap model bisnis dan pengembangan usaha perusahaan agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

Baca Juga  Pesona Sunrise Sikunir, Lokasi Wisata Perhutani di Dieng

“Penyertaan modal yang diberikan pemerintah tentu diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap PAD,” katanya.

Sementara itu, kondisi BPR Samarinda disebut mulai menunjukkan perkembangan positif setelah sebelumnya menghadapi tantangan terkait tingginya kredit bermasalah yang berdampak pada kesehatan perusahaan.

Menurut Iswandi, berbagai langkah perbaikan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan menurunnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

“Perkembangannya cukup baik. Dalam beberapa tahun terakhir kondisi perusahaan mulai membaik dan ini tentu perlu terus dipertahankan,” ujarnya.

DPRD Samarinda berharap seluruh BUMD dapat terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah. Selain berorientasi pada keuntungan, perusahaan daerah juga diharapkan dapat mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Hakordia 2025, Kejati Kaltim Paparkan 100 Lebih Perkara Korupsi dan Selamatkan Rp19,7 Miliar

Sebagai fungsi pengawasan, DPRD akan terus memantau kinerja BUMD agar setiap penyertaan modal yang diberikan pemerintah daerah dapat dikelola secara efektif, akuntabel, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Samarinda. (adv/zu)