KUKAR IDAMAN SEP 26

Eks Kolam Tambang di Kota Bangun III Disulap Jadi Wisata Danau Kumbara

Eks Kolam Tambang di Kota Bangun III Disulap Jadi Wisata Danau Kumbara
Danau Kumbara di Desa Kota Bangun III. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Persawahan Sumedang, Bukit Jumiring, Bukit Sundul Langit, dan wisata Edukasi AGM menjadi daya tarik wisata di Kota Bangun III. Menjadi unggulan bagi desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar).

“Yang paling favorit ialah Danau Kumbara, tempat ini paling ramai dikunjungi oleh wisatawan,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Bangun III Denni Ilham Pratama.

Menariknya Danau Kumbara ini adalah eks kolam tambang perusahaan batu bara yang beroperasi di kawasan Desa Kota Bangun III. Kemudian kolam tambang tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Lambat laun muncullah ide kreatif untuk menyulap tambang tersebut sebagai destinasi wisata.

Baca Juga  DPRD Samarinda Soroti Penataan Pasar Demi Kenyamanan Warga

Hingga akhirnya danau tersebut diisi dengan berbagai ikan atau kelompok vertebrata. Yakni di dalamnya terdapat ikan mas, patin, nila merah, dan ikan koi. Di Danau Kumbara juga difasilitasi sejumlah gazebo berkonstruksi kayu yang dapat dijadikan wadah bersantai bagi para wisatawan.

“Pengunjung yang datang juga bisa memberi makan ikan yang ada di sana, dengan biaya masuk dewasa Rp5.000 dan untuk anak kecil gratis,” ungkap Denni.

Salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan Desa Kota Bangun III ini juga turut membantu terhadap pengembangan wisata Danau Kumbara. Perusahaan ini memberikan bermacam bibit tanaman buah yang ditanam di sekitar danau. Sehingga tanaman itu mempercantik wisata Danau Kumbara.

Baca Juga  Polusi Berkontribusi pada Enam Besar Penyakit Gangguan Pernapasan di Indonesia

“Seperti tanaman jambu air dan jambu kristal. Sehingga, Danau Kumbara ini seperti agrowisata,” sebutnya.

Wisata Danau Kumbara ini juga berdampak positif bagi masyarakat setempat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di sana mereka bisa mengais rezeki dengan menjajakan berbagai olahan makanan, baik makanan ringan maupun berat.

“Potensi wisata ini cukup menjanjikan bagi warga sekitar. Sebentar lagi juga ada kolam renang, otomatis kami akan membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. (zu)