KUKAR IDAMAN SEP 26

Guru Privat Mandarin Tewas di Appartemen Borneo Bay Balikpapan, Hasil Forensik Temukan Sejumlah Cedera Fatal

Konferensi pers hasil forensik jenazah perempuan yang tewas di apartemen Borneo Bay Balikpapan. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Pemeriksaan forensik terhadap SR (33), perempuan yang ditemukan meninggal dunia di Apartemen Borneo Bay Residence, Balikpapan, mengungkap sejumlah cedera berat pada tubuh korban.

Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, dr Heryadi, menyebut terdapat sejumlah luka terbuka dan patah tulang di beberapa bagian tubuh SR.

“Beberapa luka, yang pertama ada luka robek pada kepala, dada kanan, perut sisi kanan, punggung hingga keselangkangan. Kemudian juga ada luka robek pada anggota gerak bawah kanan,” kata Heryadi dalam konferensi pers, Rabu (7/10/2026).

Pemeriksaan juga menemukan patah tulang terbuka pada bagian kepala dan lengan kanan. Cedera pada tulang dada serta kaki kanan turut ditemukan.

“Jadi memang fatalitasnya akibat beberapa luka-luka terbuka dan patah tulang terbuka,” ujarnya.

SR diketahui bekerja sebagai guru privat bahasa Mandarin. Ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa (6/10/2026) pagi di area Apartemen Borneo Bay.

Polisi sebelumnya menduga SR terjatuh dari salah satu unit di Tower Kartanegara. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir penyelidikan.

Baca Juga  Pemkab PPU Santuni Keluarga Atlet Korban Kecelakaan Saat Berangkat Porprov

Wakil Kepala Polresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengatakan penyidik masih berupaya menyusun rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan. Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu bukti yang tengah diperiksa.

CCTV ditelusuri untuk mengetahui aktivitas di sekitar lokasi sekaligus mengidentifikasi orang-orang yang berada di kawasan apartemen sebelum peristiwa terjadi.

Penyidik juga memeriksa sejumlah barang dari unit korban, di antaranya obat-obatan, pakaian, serta dua telepon seluler.

Keterangan dari sejumlah saksi telah dikumpulkan. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan keluarga korban untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Seluruh temuan tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik. Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Fauzan.

Laporan mengenai SR pertama kali diterima Polresta Balikpapan sekitar pukul 05.45 WITA melalui layanan kepolisian 110 dan pihak keamanan Apartemen Borneo Bay.

Baca Juga  Penderita Diabetes di Balikpapan Meningkat, Masyarakat Diminta Jangan Malas Bergerak

Petugas Pamapta bersama Unit Identifikasi Polresta Balikpapan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan sebuah surat yang diduga merupakan surat wasiat milik korban. Namun, hingga kini polisi belum mengungkap isi surat tersebut maupun memastikan keterkaitannya dengan kematian SR.

Fauzan mengatakan dokumen tersebut masih dalam pemeriksaan dan menjadi bagian dari rangkaian penyidikan.

Menurutnya, seluruh temuan dalam perkara ini akan dianalisis secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan forensik, barang-barang yang ditemukan di unit korban, keterangan saksi, hingga rekaman CCTV akan dicocokkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut.

“Penanganan perkara ini dilakukan secara scientific crime investigation, secara profesional, objektif, transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, serta tetap menghormati privasi korban dan keluarga,” ujarnya.

Baca Juga  Seorang Pria Tenggelam di Sungai Mahakam, Diduga Gara-Gara Penyakit Ayan Kambuh

Hingga kini, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai rangkaian lengkap kematian SR. Penyidikan masih berlangsung.

Kepolisian kembali mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi menimbulkan kesimpulan keliru dan mengganggu privasi keluarga korban.

Fauzan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga SR serta mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang di lingkungan terdekat. (zu)