KUKAR IDAMAN SEP 26

Jelang Erau 2026, Pemkab Kukar Siapkan Mitigasi Gangguan Listrik hingga Kualitas Udara

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memimpin Rapat Final Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 di Eks Gedung Wanita, Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mematangkan persiapan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Rapat final pelaksanaan Erau digelar di Sekretariat Panitia Erau atau Eks Gedung Wanita, Tenggarong, Selasa (15/9/2026). 

Rapat dipimpin langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.

Selain memastikan kesiapan seluruh rangkaian acara, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap potensi gangguan selama pelaksanaan Erau, terutama menyangkut kondisi cuaca, kualitas udara, listrik dan pasokan air.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Erau merupakan agenda besar yang menjadi bagian dari upaya menjaga adat, istiadat dan budaya masyarakat Kutai Kartanegara.

“Hari ini kita melaksanakan rapat besar terkait persiapan Erau Adat Kutai 2026. Kami memimpin langsung proses rapat ini untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik dan lancar,” kata Aulia.

Baca Juga  PSSI Sebut Level Timnas Indonesia Baru Terlihat Saat Melawan Vietnam

Menurutnya, Erau bukan hanya agenda pemerintah maupun Kesultanan, tetapi menjadi kegiatan yang dimiliki seluruh masyarakat Kukar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat mendukung pelaksanaan rangkaian Erau yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 28 September 2026.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar dan didukung oleh seluruh pihak. Mudah-mudahan tidak ada kendala yang berarti untuk pelaksanaan kegiatan Erau,” ujarnya.

Aulia mengatakan sejauh ini tidak terdapat perubahan mendasar terhadap rangkaian kegiatan Erau, baik prosesi adat yang bersifat sakral maupun kegiatan seremonial. Namun, pemerintah tetap memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya kualitas udara yang dapat memengaruhi kegiatan luar ruangan.

Pemantauan dilakukan melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan di luar ruangan, pemerintah akan menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi di lapangan.

“Sampai sejauh ini berdasarkan data ISPU, masih memungkinkan untuk kita melaksanakan kegiatan di luar ruangan,” katanya.

Baca Juga  Polsek Kembang Janggut Ringkus Dua Pencuri Sawit 1,1 Ton

Persiapan Erau tahun ini juga berlangsung di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap sejumlah sektor, termasuk ketersediaan air dan kelistrikan. Aulia mengakui kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan jika tidak diantisipasi sejak awal.

“Dengan adanya bencana kekeringan ini, listrik dan PDAM juga ikut terganggu,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan kegiatan tetap berjalan apabila terjadi gangguan teknis. Menurut Aulia, pemerintah tidak hanya menyiapkan satu rencana, tetapi beberapa alternatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan selama pelaksanaan Erau.

“Kita harus melakukan mitigasi sejak awal sehingga kita sudah bisa mempersiapkan plan A, plan B, plan C, plan D, bahkan rencana-rencana yang lain,” katanya.

Dia mencontohkan, apabila terjadi pemadaman listrik, panitia sudah harus memiliki langkah yang jelas agar kegiatan tidak terhenti. Selain kesiapan teknis, Pemkab Kukar juga masih mengupayakan kehadiran pejabat pemerintah pusat dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.

Baca Juga  Hadiri LK II HMI Cabang Kukar, Arief Rosyid Ajak Kader Kawal Amanat Pasal 33 UUD 1945

Aulia menyebut Kementerian Pariwisata telah mengonfirmasi rencana kehadirannya. Sementara kehadiran Menteri Pariwisata masih diupayakan melalui komunikasi lanjutan.

“Besok kami zoom meeting langsung dengan Ibu Menteri terkait dengan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Kukar masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Kebudayaan terkait kehadiran pejabat kementerian tersebut dalam rangkaian Erau tahun ini.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, pemerintah berharap seluruh rangkaian Erau Adat Kutai 2026 dapat berlangsung aman, lancar dan tetap menjaga nilai adat serta budaya Kutai. (fjr)