KUKAR IDAMAN SEP 26

Kualitas Udara Samarinda “Sangat Tidak Sehat”, Disdikbud Kaltim Terapkan Sekolah Daring

Kota Samarinda diselimuti kabut asap. (Istimewa)

SAMARINDA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mengizinkan seluruh SMA, SMK, dan SLB di Kota Samarinda mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring (online). Langkah darurat ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/2076/Disdikbud.III/SRK/2026 ini merujuk pada data Stasiun Meteorologi APT Pranoto per 16 September 2026. Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara Samarinda telah masuk kategori sangat tidak sehat.

Baca Juga  Fatlon Nisa Sebut 80 Persen Infrastruktur Jalan di Tenggarong Terkoneksi Baik

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menegaskan bahwa keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan merupakan prioritas utama.

“Langkah ini diambil guna menjaga keselamatan dan kesehatan murid, pendidik, maupun tenaga kependidikan,” tegas Armin dalam keterangan resminya.

Melalui edaran tersebut, kepala sekolah diberi wewenang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai kondisi risiko di wilayah masing-masing. Armin meminta sekolah memperketat komunikasi dengan orang tua untuk mengawasi anak selama belajar dari rumah.

Baca Juga  Mengejutkan! Indonesia Menang Lawan Korsel di Laga perdana Piala Asia U-17

Sementara itu, pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah akan disesuaikan skemanya selama PJJ melalui koordinasi dengan pihak terkait.

PJJ ini bersifat sementara dan situasional. Aktivitas belajar tatap muka akan kembali dibuka setelah kualitas udara dinyatakan membaik dan aman oleh instansi berwenang. (zu)