KUKAR IDAMAN SEP 26

Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan, Kodim Kukar Siapkan Usulan Pengairan ke Pusat

Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan, Kodim Kukar Siapkan Usulan Pengairan ke Pusat
Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman saat diwawancara usai peresmian Yonarmed 22/Kesumawira. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Kondisi kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendapat perhatian Kodim 0906/Kutai Kartanegara. Kodim berencana memasukkan kebutuhan pengairan di wilayah tersebut dalam usulan program yang akan dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sejumlah kebutuhan masyarakat di wilayah Kukar. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dan pengairan.

Menurut Benny, usulan dari Bukit Biru sebelumnya memang sudah pernah disampaikan kepada Kodim. Namun, kebutuhan yang diajukan saat itu masih berfokus pada pembangunan jembatan.

“Memang ada program, salah satunya kompanisasi, dan kemarin memang sudah kita data. Jadi, kita data hanya mungkin kalau Bukit Biru kemarin sudah datang ke kita, lurahnya minta jembatan,” jelas Benny, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga  Bupati Jelaskan Struktur APBD Perubahan Kukar yang Direncanakan Rp7,9 Triliun 

Saat itu, terdapat program Jembatan Garuda yang memungkinkan usulan pembangunan jembatan dari Bukit Biru dimasukkan dalam program tersebut. “Pas kebetulan ada program Jembatan Garuda, alhamdulillah sudah kita bisa input,” ujarnya.

Namun, kebutuhan pengairan untuk mendukung lahan pertanian di Bukit Biru belum masuk dalam pengajuan awal. Benny mengatakan, kebutuhan tersebut akan kembali didata untuk selanjutnya diusulkan ke pemerintah pusat.

“Ada dua (jembatan) di Bukit Biru, terkait pengairan insyaallah nanti akan kita coba input, kita laporkan ke pusat,” katanya.

Benny mengatakan, kebutuhan pengairan juga menjadi perhatian di sejumlah wilayah lain di Kukar. Beberapa usulan di antaranya berasal dari Kecamatan Sanga-Sanga, Sungai Payang dan Muara Jawa.

“Untuk pengairan ada di Sanga-Sanga. Ada satu, kemudian di Sungai Payang kita sedang ajukan, kemudian di Muara Jawa ini sedang kita proses ajukan,” sebutnya.

Baca Juga  Dispora Kukar Dukung KNPI Gelar Kejuaraan Voli dan Futsal

Menurut Benny, belum masuknya usulan pengairan Bukit Biru dalam pengajuan sebelumnya bukan karena kebutuhan tersebut diabaikan. Saat pengajuan awal, informasi yang diterima Kodim dari wilayah tersebut memang lebih difokuskan pada pembangunan jembatan.

“Karena kemarin memang Bukit Biru kan di awal kemarin hanya pengajuan jembatan saja. Nanti akan kita coba input, kita laporkan ke pusat,” jelasnya.

Benny menambahkan, program untuk mendukung penanganan kekeringan dan kebutuhan pengairan sebenarnya telah tersedia. Namun, usulan dari masing-masing wilayah perlu didata dan disampaikan agar dapat diproses melalui program yang sesuai.

“Untuk penanganan pengeringan ada. Salah satunya kemarin kan sudah kita terkait dengan pengairan sudah ada. Memang sudah diantisipasi sebetulnya. Hanya kemarin pada saat untuk Bukit Biru belum ter-input, karena pada saat di awal pengajuan hanya jembatan saja,” ungkap Benny.

Baca Juga  Si Jago Merah Lalap Lima Bangunan Kos di Tenggarong, Ada Anak Kecil yang Terjebak?

Kodim 0906/Kutai Kartanegara juga membuka ruang bagi pemerintah kelurahan dan desa yang menghadapi persoalan serupa untuk menyampaikan kebutuhan di wilayahnya.

“Kalau memang ada Bapak Lurah atau Kepala Desa menyampaikan, akan kita coba input kembali,” sebutnya. (fjr)