KUKAR IDAMAN SEP 26

Polda Kaltim Telusuri Kabar Dugaan Oknum Kasat di Polresta Samarinda Hamili Perempuan

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Kabar mengenai dugaan seorang oknum pejabat di lingkungan Polresta Samarinda yang disebut menghamili seorang perempuan dan tidak bertanggung jawab tengah beredar di media sosial.

Dalam informasi yang beredar, perempuan tersebut disebut tengah mengandung sekitar tujuh bulan. Kabar itu juga menyebut persoalan tersebut telah dilaporkan ke Propam, namun pelapor dikabarkan diminta menempuh jalan damai.

Menanggapi kabar tersebut, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan fungsi terkait untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Baca Juga  KEK MBTK Diyakini Bakal Jadi Pusat Kawasan Ekonomi Baru di Timur Indonesia

“Apabila memang terdapat laporan, tentu akan dilakukan verifikasi dan pemeriksaan terhadap fakta maupun pihak-pihak yang terkait,” kata Tedy di Balikpapan, Rabu (12/8/2026).

Tedy mengatakan, Polda Kaltim belum memperoleh data resmi yang dapat memastikan substansi dugaan tersebut maupun proses penanganan laporan sebagaimana disebutkan dalam informasi yang beredar.

“Kami belum dapat memberikan konfirmasi sebelum memperoleh data resmi dan terverifikasi dari fungsi yang menangani,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga belum dapat memastikan kapan laporan tersebut diterima, apakah pihak-pihak terkait telah dimintai klarifikasi, maupun status jabatan pejabat yang disebut dalam informasi tersebut.

Baca Juga  Main Judi Togel, Dua Pria Paruh Baya Dibekuk Jajaran Polsek Sungai Kunjang

Menurut Tedy, Polda Kaltim akan menyampaikan perkembangan informasi setelah proses pengecekan internal memperoleh kejelasan sesuai dengan kewenangan.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan informasi yang belum terverifikasi sebagai fakta.

“Jadi untuk sementara, kami mohon tidak menjadikan informasi yang belum terverifikasi sebagai fakta,” tegasnya.

Polda Kaltim saat ini masih melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut. Kepastian mengenai ada atau tidaknya laporan serta proses penanganannya akan disampaikan setelah diperoleh data resmi dan terverifikasi. (zu)