KUKAR IDAMAN SEP 26

Lestarikan Warisan Budaya, DPK Kaltim Gencar Selamatkan Naskah-Naskah Kuno

Lestarikan Warisan Budaya, DPK Kaltim Gencar Selamatkan Naskah-Naskah Kuno
Upaya pelestarian naskah kuno yang dilakukan DPK Kaltim. (istimewa)

SAMARINDA – Upaya penyelamatan naskah-naskah kuno terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK). DPK Kaltim terus berburu naskah kuno di Benua Etam yang dapat berbentuk tulisan di atas daun lontar atau kitab yang ditulis dalam bahasa Melayu, Jawa, Arab, atau Sansekerta.

“Naskah-naskah kuno itu merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan disimpan di perpustakaan,” tutur Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, dan Pengembangan Koleksi Bahan Perpustakaan DPK Kaltim Endang Effendi, Rabu (8/11/2023).

Dijelaskan, naskah-naskah kuno tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmiah yang tinggi. Pada 2024 mendatang DPK Kaltim melalui program-program khusus untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna menyelamatkan dan melestarikan naskah kuno yang wajib disimpan di perpustakaan daerah.

Baca Juga  Komisi III DPRD Kaltim Dorong Regulasi Sungai untuk Dongkrak PAD

“Proses penyelamatan naskah kuno tersebut melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemilik naskah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” terang Endang.

Untuk itu DPK Kaltim memberikan bantuan berupa fasilitas, perlengkapan, dan tenaga ahli untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan dan menginventarisasi naskah-naskah kuno tersebut.

“Kami juga memberikan insentif berupa sertifikat, piagam, atau bantuan lainnya kepada pemilik naskah yang bersedia menyerahkan naskah kuno mereka ke perpustakaan,” sebut Endang.

Baca Juga  Pemkot Samarinda Larang Pemasangan Gerai Zakat dan Penukaran Uang di Trotoar

Dia menambahkan DPK juga berupaya mengembangkan koleksi naskah kuno tersebut dengan cara melakukan penelitian, penerjemahan, transkrip, publikasi, hingga digitalisasi. Tujuannya untuk memudahkan akses dan penggunaan naskah kuno oleh masyarakat, khususnya para peneliti, mahasiswa, dan pelajar.

“Kami berharap dengan adanya program penyelamatan naskah kuno ini, masyarakat dapat lebih menghargai dan memanfaatkan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi,” tutur Endang.

Lebih lanjut disampaikan, DPK Kaltim mengumpulkan naskah kuno karena berharap generasi muda Kaltim dapat mengetahui sejarah serta menjadikan sejarah sebagai sarana pembelajaran bagi generasi mendatang. (xl/advdiskominfokaltim)