KUTAI KARTANEGARA — PT Tunggang Parangan Perseroda Kutai Kartanegara (Kukar) mengklaim pernah meraih predikat BUMD Sehat. Setelah menjalani proses pemulihan dan penataan ulang perusahaan dalam tiga tahun terakhir.
Perusahaan tersebut ialah salah satu dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Direktur Utama PT Tunggang Parangan Awang Muhammad Luthfi mengatakan, capaian tersebut diperoleh setelah perusahaan melakukan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, hingga transparansi pengelolaan perusahaan.
“Pada prinsipnya seperti yang saya katakan, bahwa kami ini dari awal melakukan pemulihan kemudian penataan ulang. Salah satunya adalah menata perusahaan agar clean dan clear, kemudian berjalan secara transparan,” ujarnya di Kantor Tunggang Parangan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Awang, perusahaan juga mulai menjalankan sistem bisnis yang disesuaikan dengan standar aturan pemerintah maupun aturan publik sehingga memperoleh penilaian positif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur atas kinerja tahun 2024.
“Sehingga kami berhasil mencapai titik yang Alhamdulillah selama saya menjabat tiga tahun ini, otomatis kami mendapat predikat BUMD Sehat,” katanya.
Awang menyebut, PT Tunggang Parangan pernah memperoleh skor di atas 90 persen dengan predikat AA Plus dalam penilaian BUMD sehat.
“BUMD Sehat dengan skor di atas 90 persen, mendapat predikat AA Plus. Artinya ini luar biasa, karena BPKP menilai kami memiliki tata kelola yang transparan, sehat, bersih, dan sesuai aturan,” tutur Awang.
Selain tata kelola perusahaan, efisiensi operasional menjadi salah satu poin yang diklaim berhasil ditekan secara signifikan. Awang mengatakan, saat ini biaya operasional perusahaan hanya berada di kisaran 35 persen dari total pendapatan perusahaan.
“Kalau dikatakan operasionalnya sangat efisien, memang operasional kami sangat efisien. Pencapaian kami juga sangat optimal, di mana operasional kami hanya berkisar 35 persen dari pendapatan,” ujarnya.
Awang menjelaskan, strategi perusahaan saat ini adalah memaksimalkan pendapatan dengan beban operasional serendah mungkin agar kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.
“Target saya adalah memaksimalkan yang ada, operasional lebih rendah, tetapi pendapatan tetap optimal,” katanya.
Lebih lanjut, capaian pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir bahkan melampaui target awal yang ditetapkan manajemen.
“Pendapatan kami dibanding target yang pernah kami buat beberapa tahun lalu, rata-rata bisa dua kali lipat dari target. Jadi kalau ditargetkan tujuh, kami bisa menyampaikan 14,” ucap Awang.
Dia menambahkan, pendapatan kotor PT Tunggang Parangan pernah mencapai sekitar Rp32 miliar per tahun. “Kalau ditargetkan 14 atau 15, kami sudah mencapai 32 miliar rupiah per tahun pendapatan kotornya,” katanya.
Sebelumnya, PT Tunggang Parangan diketahui sempat mengalami keterpurukan keuangan hingga minus puluhan miliar rupiah pada 2021 lalu. Namun perusahaan perlahan melakukan pemulihan melalui sistem kemitraan usaha di sektor maritim, khususnya jasa pandu dan tunda kapal di kawasan Sungai Mahakam. (fjr)












