KUKAR IDAMAN SEP 26

Sebut Rekam Jejak Dino Patti Djalal Teruji, Anies Baswedan: Bukan Pejabat Karbitan

Sebut Rekam Jejak Dino Patti Djalal Teruji, Anies Baswedan: Bukan Pejabat Karbitan
Anies Baswedan. (dokpri)

JAKARTA – Nama diplomat senior Dino Patti Djalal belakangan tengah santer terdengar. Setelah mantan duta besar (dubes) RI untuk Amerika Serikat itu mengkritik Presiden RI Prabowo Subianto yang kerap bepergian keluar negeri.

Kritik tersebut lantas dijawab Sekretaris Kabinet (Sekkab) Teddy Indra Wijaya dengan berbagai dalih yang diselipkan sindiran kepada pribadi Dino yang disebut hanya tiga bulan menjadi wakil menteri luar negeri (wamenlu).

Tokoh Indonesia Anies Baswedan turut menyampaikan pendapatnya perihal Dino Patti Djalal yang juga dijuluki Bapak Diaspora Indonesia. Dalam cuitannya di akun X @aniesbaswedan, Anies mengungkap kenangannya saat masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Baca Juga  Awal Tahun Gas Elpiji 3 Kg Langka, Para Pedagang di Samarinda Menjerit

“Saat masih kuliah UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia,” tulis Anies mengawali unggahannya.

“Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya Dino Patti Djalal,” sambungnya.

Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh program PhD di Illinois, dirinya berjumpa langsung dengan Dino yang datang ke Chicago. Kala itu Dino menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. 

“Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru,” puji Anies.

Baca Juga  Resmi Beroperasi, Pabrik Semen Kutim Diklaim Takkan Rusak Lingkungan

Lebih lanjut disampaikan, pada tahun 2012 ketika menjabat Dubes di Amerika Serikat, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Anies termasuk salah seorang yang diundang.

“Saya termasuk yang dia undang. Dia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yang ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global,” kisah Anies.

Anies menyebut sosok Dino menguasai substansi dengan rekam jejaknya yang teruji. Pengalaman memimpinnya pun terbulang luas. 

“Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” pungkas Anies. (xl)