KUKAR IDAMAN SEP 26

Sabana Kembali Muncul, Danau Semayang yang Mengering Tarik Minat Wisatawan

Tampak dari atas Danau Semayang di Desa Pela yang mengering diakibatkan Musim Kemarau. (Dok. Pokdarwis Desa Pela)

KUTAI KARTANEGARA – Hamparan sabana musiman kembali muncul di kawasan Danau Semayang, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar). Seiring surutnya permukaan air akibat musim kemarau. 

Fenomena alam yang hanya terjadi pada waktu tertentu itu mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela Alimin mengatakan, kawasan savana baru mulai bisa dikunjungi dalam beberapa hari terakhir. 

Meski belum seluas tahun sebelumnya, daratan yang muncul diperkirakan masih akan bertambah jika musim kemarau terus berlangsung.

“Padang sabana udah mulai terlihat dan sekarang mulai ramai didatangi wisatawan. Luasnya memang belum seperti tahun lalu, tetapi masih berpotensi terus bertambah,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).

Menurut Alimin, momen menjelang matahari terbenam menjadi waktu favorit pengunjung. Lanskap sabana yang muncul di tengah danau menciptakan pemandangan unik, terlebih dengan munculnya pulau-pulau kecil yang sebelumnya tertutup air.

Baca Juga  Hibah Cair, KONI Kaltim Tancap Gas Jalankan Program Pembinaan

“Biasanya mulai ramai sekitar pukul 16.00 Wita. Banyak pengunjung datang untuk menikmati sunset dan mengambil foto, terutama menggunakan drone,” katanya.

Ramainya wisatawan turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Permintaan jasa transportasi air seperti longboat, kapal ces, hingga perahu milik warga meningkat sejak savana kembali muncul.

Pokdarwis Desa Pela juga menghubungkan wisatawan dengan warga yang menyediakan layanan penyeberangan menuju lokasi wisata.

Untuk perjalanan dari Kota Bangun, tarif longboat berkisar Rp600 ribu pulang-pergi. Sementara dari Liang Ulu dikenakan sekitar Rp500 ribu. Paket tersebut umumnya sudah mencakup susur sungai, wisata edukasi melihat pesut Mahakam, hingga kunjungan ke kawasan Danau Semayang.

Baca Juga  Pemkab Kukar Bakal Tindak Lanjuti Hasil Temuan BPK RI

Bagi wisatawan yang ingin biaya lebih terjangkau, warga juga menyediakan perahu kecil dengan tarif sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu untuk perjalanan pulang-pergi.

Selain menikmati hamparan sabana, pengunjung juga dapat mencoba wahana paddle board dengan tarif Rp50 ribu per jam atau Rp25 ribu untuk durasi 30 menit.

Alimin menjelaskan, kawasan sabana baru benar-benar dapat diakses sekitar lima hari terakhir. Sebelumnya, daratan masih berlumpur dan sempat kembali tergenang akibat naiknya permukaan air.

“Sekarang air sudah kembali surut sehingga savananya mulai menghijau dan aman dikunjungi. Biasanya puncak kunjungan terjadi pada pertengahan Agustus,” tuturnya.

Dia menambahkan, tren kunjungan wisata ke Desa Pela sepanjang 2026 juga menunjukkan peningkatan. Selain itu, tingginya minat wisatawan untuk melihat habitat pesut Mahakam menjadi faktor lain yang mendorong bertambahnya jumlah pengunjung.

Baca Juga  Abdul Rasid Dukung Pemekaran Kelurahan Loa Ipuh, Ini Alasannya

“Pengunjung datang dari berbagai daerah, seperti Balikpapan, Jakarta, hingga luar Kalimantan. Mereka tidak hanya ingin melihat sabana, tetapi juga menikmati wisata edukasi pesut Mahakam,” kata Alimin. (fjr)