KUKAR IDAMAN SEP 26

520 Hektare Kawasan Bromo Terbakar, Akses Ditutup Total

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran di kawasan TNBTS, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). (Kemenhut RI)

PROBOLINGGO – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meluas. Hingga Minggu (9/8/2026), area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 520 hektare.

Pemerintah kemudian menutup sementara seluruh kawasan TNBTS untuk memudahkan proses pemadaman dan mencegah munculnya titik api baru.

Penutupan diperintahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi kebakaran bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

“Menginstruksikan Kepala Balai untuk menutup sementara secara total TN Bromo Tengger Semeru. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” kata Raja Juli.

Selain untuk mempercepat pemadaman, penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat.

“Yang kedua juga terkait safety, safety first, yang menyangkut nyawa warga negara akibat bencana ini,” ujarnya.

Baca Juga  Gol Tunggal Ole Romeny Antar Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik

Pemerintah mengerahkan tiga helikopter untuk membantu pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing.

Helikopter difokuskan ke titik-titik api yang sulit dijangkau pasukan darat karena berada di kawasan dengan medan terjal dan kelerengan.

“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” ujar Raja Juli.

Di darat, personel tetap melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas.

Namun, proses pemadaman terkendala cuaca dan ketersediaan air. Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan salah satu lokasi yang menjadi prioritas pemadaman dari udara adalah puncak B29 di sisi timur kawasan TNBTS.

Baca Juga  Imbas Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kukar Siapkan Kebijakan Sekolah Daring

Sejumlah titik api disebut sudah berhasil dipadamkan dan kini dijaga pasukan darat untuk mencegah api kembali menyala.

“Beberapa sudah padam dan dijaga pasukan darat yang melakukan pengawasan. Sedangkan di sisi barat sudah disiagakan tim untuk mengantisipasi,” kata Emil.

Pemerintah juga membentuk satgas khusus untuk menangani kebakaran TNBTS. Seorang Incident Commander ditunjuk untuk mengoordinasikan seluruh operasi di darat maupun udara.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengatakan satgas tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya.

“Kita bentuk satgas dengan menunjuk Incident Commander untuk mengoordinir semua pergerakan udara dan darat, termasuk kebutuhan lapangan bisa melalui satgas yang dibentuk,” ujarnya.

Baca Juga  Kuota PPPK Bertambah, Pemkab Kukar Harapkan Peningkatan DAU dari Pusat

Sementara itu, Kementerian Kehutanan mencatat sebagian wilayah Jawa Timur berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar berdasarkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) pada 9 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap potensi kebakaran di wilayah lain turut diperketat. (zu)