KUKAR IDAMAN SEP 26

Muara Jawa dan Tanjung Santan, Dua Simpul Maritim Kukar

Aktivitas kapal menggambarkan skala industri maritim yang menjadi jalur utama pengangkutan komoditas sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat pesisir Kutai Kartanegara. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA — Kembalinya kegiatan bongkar muat di STS Muara Jawa dan pembentukan koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Semangko menandai arah baru pertumbuhan industri maritim Kutai Kartanegara. Dua perkembangan ini memperlihatkan sisi berbeda: efisiensi usaha di laut dan peluang kerja bagi masyarakat pesisir.

Efisiensi di STS Muara Jawa

Pada 26 Oktober 2019, kegiatan bongkar muat kembali berlangsung di STS Muara Jawa setelah sekitar 12 tahun tidak digunakan. Kapal curah MV Antoine menjadi kapal pertama yang melakukan bongkar muat. Investor Loies Subowo Saminanto menyebut lokasi ini lebih efisien dibandingkan STS Muara Berau.

“Keberadaan STS Muara Jawa memang lebih efisien,” ujar Loies saat itu, menekankan jarak lebih dekat yang menekan biaya bahan bakar, waktu kerja kapal, dan operasional.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Siapkan Kanal Pelaporan Resmi Gerakan Antikorupsi

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kuala Samboja juga menilai kondisi perairan Muara Jawa relatif terlindung dari perubahan angin. Kepala KUPP Kuala Samboja saat itu menegaskan lokasi ini mendukung kegiatan bongkar muat.

Koperasi TKBM Semangko

Di pesisir utara Kukar, Koperasi TKBM Muara Berau Asli resmi diluncurkan pada 6 Agustus 2025 di Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu. Koperasi ini menargetkan keterlibatan 250 tenaga kerja dari Marangkayu, Muara Badak, dan sekitarnya, dengan 70 orang berasal dari Desa Semangko.

Kepala KUPP Tanjung Santan menyatakan koperasi telah melalui verifikasi dan akan dievaluasi berkala.

Baca Juga  Pemkab Kukar Gandeng IPB Rumuskan Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

“Pengawasan diperlukan agar kegiatan bongkar muat tetap berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberi ruang bagi tenaga kerja setempat,” ujarnya.

Dua Pesisir, Satu Arah Pertumbuhan

Muara Jawa di selatan dan Tanjung Santan di utara menunjukkan potensi besar industri maritim Kukar. Kegiatan bongkar muat di laut dan pembentukan koperasi di darat sama-sama menghubungkan aktivitas ekonomi dengan masyarakat pesisir.

Data Pemkab Kukar menyebut daerah ini memiliki garis pantai terpanjang di Kalimantan Timur, sekitar 1.571 kilometer dari total 3.776 kilometer garis pantai provinsi. Kukar juga dilintasi Sungai Mahakam sepanjang 920 kilometer, jalur utama transportasi dan perdagangan sejak lama.

Dengan modal geografis tersebut, industri maritim Kukar semestinya tidak hanya menjadi jalur pengangkutan komoditas. Manfaatnya harus terlihat pada jumlah warga yang bekerja, keterampilan yang bertambah, usaha lokal yang tumbuh, serta perputaran ekonomi yang tinggal di daerah. (zu)