KUTAI KARTANEGARA — Bazar Murah TNI dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI digelar di Lapangan Makodim 0906/Kutai Kartanegara (KKR), Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memasarkan produk kepada masyarakat.
Bazar yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia itu turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono. Komandan Kodim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman mengatakan bazar menjadi salah satu rangkaian kegiatan menjelang puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah menyediakan sembako dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk lebih mendekatkan TNI dengan masyarakat,” kata Benny.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0906/KKR menggandeng Perum Bulog untuk menyediakan sejumlah kebutuhan pokok. Komoditas tersebut kemudian dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain kebutuhan pangan, bazar juga menghadirkan produk UMKM lokal serta produk usaha dari Persit. Benny berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat.
“Harapannya, terjadi kedekatan antara TNI dengan masyarakat. Dengan demikian, TNI dan rakyat dapat terus manunggal dan bersatu sebagai salah satu pilar kekokohan serta kedaulatan bangsa dan negara,” ujarnya.
Sekda Kukar Sunggono mengatakan bazar murah tersebut dipusatkan di halaman Kodim 0906/KKR sebagai salah satu titik pelaksanaan kegiatan serentak di Indonesia. Menurutnya, sejumlah stan dalam bazar didominasi pelaku UMKM dan jajaran Kodim. Bulog juga ikut menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
“Berdasarkan pantauan dan penyampaian dari masyarakat, komoditas yang tersedia sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan sembako,” kata Sunggono.
Dia mengatakan harga sejumlah komoditas yang dijual dalam bazar berada di bawah harga yang biasa ditemukan masyarakat di pasaran. Salah satunya minyak goreng Minyak Kita yang memiliki selisih harga sekitar Rp1.500 dibandingkan harga yang biasa dibeli masyarakat.
Sementara telur yang disediakan melalui koperasi disebut memiliki selisih harga sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 dari harga pasar. Adapun beras SPHP juga ditawarkan dengan harga yang relatif lebih rendah, dengan selisih sekitar Rp3.000 dibandingkan harga biasa.
“Kalau dilihat dari pengakuan ibu-ibu tadi, jelas lebih murah dibandingkan harga yang biasanya mereka temukan sehari-hari,” sebutnya. Sunggono berharap keberadaan pasar murah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Tenggarong dan wilayah sekitarnya.
“Mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini, pasar murah bisa memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya masyarakat di Tenggarong dan sekitarnya,” pungkasnya. (fjr/adv)












