KUTAI KARTANEGARA — Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan mengikuti Program Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ProASN) pada 6-7 Oktober 2026. Pelaksanaan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan periode sebelumnya.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar mencatat jumlah soal yang akan dihadapi peserta meningkat menjadi sekitar 700 soal. Kepala BKPSDM Kukar Rendra Abadi mengatakan, pada pelaksanaan sebelumnya peserta mengerjakan sekitar 400 soal.
Penambahan jumlah soal tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan peserta sebelum mengikuti penilaian.
“Biasanya untuk soalnya saja itu tahun-tahun sebelumnya sekitar 400 soal ya, untuk tahun ini sekira 700 soal untuk peningkatan kompetensi ini,” kata Rendra di Pendopo Bupati, Kamis (1/10/2026).
ProASN akan diikuti pejabat eselon II, III, dan IV yang telah ditentukan BKPSDM. Peserta mencakup sejumlah pejabat yang baru dilantik serta pejabat yang sebelumnya belum pernah mengikuti ProASN.
Rendra mengatakan peserta tidak mengikuti program berdasarkan pendaftaran secara mandiri. BKPSDM Kukar akan memanggil pejabat yang masuk dalam sasaran pelaksanaan sesuai kebutuhan penilaian kompetensi.
“Jadi terkait dengan ProASN itu adalah kita memanggil para pejabat Eselon IV, Eselon III, bahkan Eselon II, apalagi yang baru dilantik kemarin untuk peningkatan kompetensi,” ujarnya.
Pelaksanaan ProASN dijadwalkan berlangsung di laboratorium milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar di Tenggarong Seberang. Rendra menyebut dirinya juga akan mengikuti penilaian tersebut sebagai peserta. Menurutnya, ProASN menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan menggali potensi pejabat di lingkungan Pemkab Kukar.
Rendra berharap seluruh pejabat yang telah dipanggil dapat mempersiapkan diri dan mengikuti rangkaian penilaian sesuai jadwal. Selain meningkatkan kompetensi, hasil ProASN nantinya dapat menjadi bagian dari data yang digunakan Pemkab Kukar dalam penguatan manajemen talenta aparatur.
“Posisinya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan potensi yang dimiliki para pejabat, baik yang baru dilantik maupun yang belum pernah melaksanakan ProASN,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari, BKPSDM Kukar meminta peserta memperhatikan jadwal dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian penilaian yang tahun ini memiliki jumlah soal lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. (fjr/adv)












