
SAMARINDA – Ketersediaan pangan diprediksi bakal menjadi salah satu masalah serius ketika IKN resmi berpindah dari Jakarta ke Kaltim. Antisipasi pun harus disiapkan sedini mungkin sebelum hal itu terjadi. Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Kamaruddin pun meminta pemerintah segera bersikap.
Kamaruddin mengatakan Samarinda dipastikan terdampak IKN meski jauh dari kawasan yang ditunjuk sebagai pusat pemerintahan. Namun, imbas dari datangnya warga luar Kaltim masuk ke Kaltim mengikuti perkembangan IKN pasti akan terasa. Karena itu salah satu saran Kamaruddin untuk pemerintah yakni merangkul para petani untuk menggarap lahan pemerintah.
“Pemerintah kalau bisa mulai membuka dan menyiapkan lahan bagi para petani,” ujarnya.
Harus diakui memang sampai saat ini, Kaltim masih belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Sejauh ini, Kaltim mendapat pasokan beras dari luar pulau Kaltim semisal dari Sulawesi.
“Sehingga kita bisa menciptakan ketahanan pangan. Sebab sejauh ini masih banyak lahan yang sulit dikembangkan,” tuturnya.
Ke depannya, sambung Kamaruddin, para petani ini harus digandeng pemerintah agar menggarap lahan yang belum dimanfaatkan. Dengan begitu, khususnya Samarinda, bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
“Lahan pemkot kan masih banyak, harusnya bisa digarap untuk pertanian,” tegas Kamaruddin. (ded)












