SAMARINDA – Aksi demonstrasi lanjutan di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4), berakhir ricuh setelah sebelumnya berlangsung kondusif.
Ribuan massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WITA setelah sebelumnya menggelar aksi di Kantor DPRD Kaltim. Setibanya di lokasi, massa bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando.
Pagar kawat berduri yang terpasang di depan kawasan kantor gubernur sempat dibuka oleh peserta aksi. Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan tagar #KaltimDaruratKKN sebagai bentuk kritik terhadap dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam aksinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mengaudit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim, menghentikan praktik KKN, serta mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Hingga pukul 17.30 WITA, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tidak tampak menemui massa aksi. Situasi sempat berlangsung tertib dan sebagian massa mulai membubarkan diri.
Namun sekitar pukul 18.00 WITA, sebagian massa yang masih bertahan di lokasi terlibat aksi pelemparan botol minuman dan batu ke arah dalam halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Aparat kepolisian yang berjaga kemudian mengambil tindakan dengan membubarkan massa menggunakan water cannon untuk mengendalikan situasi. (zu)












