KUKAR IDAMAN SEP 26

Dispar Kukar Dorong Kesenian Memanda Kutai Tembus Panggung Nasional

Dispar Kukar Dorong Kesenian Memanda Kutai Tembus Panggung Nasional
Penampilan kesenian Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam, Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Kesenian tradisional Memanda Kutai Panji Berseri kembali dipentaskan setelah cukup lama tidak tampil di hadapan masyarakat. Kelompok seni asal Kutai ini mulai mengembangkan penyajian pertunjukan dengan sejumlah inovasi tanpa meninggalkan ciri khas tradisinya.

Pementasan bertajuk Sepenggal Kisah Memanda di dalam Keresmenan Memanda Kutai Panji Berseri itu berlangsung di Simpang Odah Etam (SOE), Tenggarong, Sabtu (10/10/2026) malam.

Pembina Memanda Panji Berseri, Ahmad Rusli, menyambut baik kembalinya kelompok tersebut ke panggung pertunjukan. Dia berharap kesempatan ini menjadi awal bagi keberlanjutan Memanda sekaligus membuka peluang untuk tampil dalam berbagai kegiatan.

“Artinya, aku sangat senang sekali karena Memanda Etam bisa berlangsung dengan baik dan mulus. Ini juga berkat bantuan dari teman teman. Mudah-mudahan Memanda Etam ini bisa terus berjalan dan nantinya diundang orang untuk tampil,” ujarnya.

Baca Juga  Dilantik Bersama 203 Pengurus, Aulia Rahman Basri Resmi Pimpin KAHMI Kukar

Rusli mengatakan, Memanda Panji Berseri merupakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya. Dia berharap tradisi tersebut dapat diteruskan oleh anak dan cucunya, sekaligus menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikannya.

Menurutnya, keberlanjutan kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan generasi penerus serta dukungan pemerintah, termasuk bantuan untuk menunjang kegiatan kelompok seni.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda, menilai pembaruan dalam pertunjukan menjadi salah satu cara agar kesenian tradisional tetap relevan dan dapat dinikmati masyarakat yang lebih luas.

Dia mengapresiasi upaya Memanda Panji Berseri dalam mengembangkan penyajian pertunjukan melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi. Menurut Zikri, inovasi dapat dilakukan tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi ciri khas kesenian tersebut.

Baca Juga  Vakum Sejak Pandemi, Ekspor Batu Bara Kembali Bergerak dari Tanjung Santan

“Sekarang mereka sudah banyak berimprovisasi dan berinovasi. Tugas kami adalah membantu mempromosikan mereka, supaya bukan hanya masyarakat Kutai Kartanegara yang menikmati, tetapi juga masyarakat secara nasional,” kata dia.

Zikri menjelaskan, Simpang Odah Etam disediakan sebagai ruang bagi masyarakat untuk menampilkan karya dan kreativitas, termasuk pertunjukan seni budaya. Panggung tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kelompok seni untuk memperkenalkan karya sekaligus mengembangkan potensi mereka.

Memanda Kutai Panji Berseri sendiri memiliki kekhasan berupa cerita berlatar kerajaan yang dipadukan dengan seni tutur atau beladon. Unsur tersebut menjadi identitas pertunjukan yang perlu dipertahankan di tengah upaya pengembangan dan promosi.

Pementasan ini didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui program BIMA dengan skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

Baca Juga  Dua Freekick Berkelas Declan Rice Bikin Real Madrid Babak Belur

Melalui pementasan dan pengembangan karya, Memanda Kutai diharapkan kembali mendapat ruang di tengah masyarakat. Regenerasi, inovasi, serta dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menjaga kesenian tradisional Kutai tetap hidup. (fjr/adv)