KUKAR IDAMAN SEP 26

Ketua DPRD Samarinda Sebut Efisiensi Anggaran Berdampak Pada Penurunan Pendapatan Hotel dan Restoran

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah. (Istimewa)

SAMARINDA – Pendapatan daerah dari sektor perhotelan dan restoran di Kota Samarinda mengalami penurunan sepanjang 2026. Hingga September, penerimaan dari sektor tersebut tercatat sekitar Rp166 miliar, turun dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp200 miliar.

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut memengaruhi kondisi tersebut. Berkurangnya kegiatan pemerintahan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis hotel dan restoran.

Hal itu disampaikan Helmi seusai menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda periode 2026–2031 di Hotel Five Premier, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Rabu (7/10/2026).

“Penurunan pendapatan sektor hotel dan restoran ini salah satunya dipengaruhi efisiensi anggaran pemerintah yang mengurangi berbagai kegiatan di daerah,” ujar Helmi.

Baca Juga  Jokowi Minta Dicarikan Jalan Tengah Masalah Tenaga Honor di Daerah

Menurutnya, sektor perhotelan dan restoran memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pemerintahan maupun pergerakan masyarakat dari luar daerah. Berkurangnya rapat, pertemuan, pelatihan hingga kegiatan seremonial membuat permintaan terhadap kamar hotel, ruang pertemuan dan layanan konsumsi ikut terdampak.

Helmi berharap kebijakan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah ke depan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas. Dengan begitu, aktivitas pemerintahan dan program daerah dapat kembali berjalan lebih optimal.

“Kami berharap kebijakan transfer dana dari pemerintah pusat bisa memberikan ruang lebih luas agar aktivitas pemerintahan kembali meningkat di daerah,” katanya.

Ia menilai peningkatan aktivitas pemerintah dapat memberikan efek berantai terhadap pelaku usaha. Ketika kegiatan rapat koordinasi, pertemuan maupun agenda lainnya kembali meningkat, kebutuhan akomodasi, konsumsi dan fasilitas pertemuan di hotel juga berpotensi ikut terdorong.

Baca Juga  Vaksinasi Covid-19 di Muara Muntai Lampaui Target Herd Immunity

Di sisi lain, Helmi menyambut kepengurusan baru PHRI Samarinda periode 2026–2031 yang dipimpin Leni Marlina. Ia berharap organisasi tersebut dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Samarinda.

“Selamat kepada pengurus PHRI yang baru dilantik, semoga kepengurusan ini semakin maju dan mampu memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Samarinda,” imbuhnya.

Helmi juga mendorong PHRI tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis perhotelan dan restoran, tetapi turut mengambil peran dalam mendorong sektor pariwisata dan kuliner Samarinda.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha penting untuk menjaga daya saing industri jasa sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga  Mahfud MD Nyatakan Mundur Baik-Baik dari Jabatan Menko Polhukam

“Harapannya sektor perhotelan dan restoran terus berkembang, semakin kompetitif, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah,” pungkasnya. (zu)