KUKAR IDAMAN SEP 26

Krisis BBM di Makassar, Pemprov Terapkan Gajil-Genap SPBU, Sekolah Gelar Daring

Pengendara motor di kota Makassar harus mengantre panjang untuk mengisi BBM. (Istimewa)

MAKASSAR — Pembatasan dan antrean panjang pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Makassar memicu respon taktis dari pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemkot Makassar memberlakukan serangkaian kebijakan darurat untuk menekan mobilitas warga dan mengurai kepadatan kendaraan.

Pemerintah Kota Makassar resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring bagi seluruh murid TK, SD, hingga SMP sejak 12 hingga 19 September 2026. Langkah ini diambil guna mengatasi dampak kelangkaan BBM yang melumpuhkan transportasi umum dan kendaraan warga.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengonfirmasi bahwa penyesuaian kegiatan belajar mengajar dari rumah merupakan opsi taktis agar aktivitas pendidikan tidak terganggu total.

Baca Juga  Pemerintah Imbau TK dan Sekolah Tak Wajibkan Kegiatan Wisuda

“Melalui kebijakan ini, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah, sehingga mobilitas kendaraan pada jam-jam sekolah dapat kita tekan,” jelas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam keterangannya.

Sementara itu, untuk menekan kemacetan di ruas jalan protokol akibat kendaraan yang mengantre hingga ke bahu jalan, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi menerapkan sistem aturan ganjil-genap pelat nomor kendaraan untuk pengisian BBM di seluruh SPBU kawasan Makassar dan sekitarnya.

“Untuk pengisian BBM kita berlakukan aturan ganjil-genap. Kendaraan dengan pelat nomor ganjil dan genap digilir pengisiannya sesuai tanggal untuk mengurai penumpukan,” ujar Staf Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Sulsel, Ahmad, saat memantau skema baru di lapangan.

Baca Juga  Pameran TTG Kaltim XII: PPU Jadi Tuan Rumah Pameran Inovasi dan Teknologi

Dari sisi penyedia pasokan, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga mencatat terjadi lonjakan konsumsi (panic buying) yang sangat drastis di kawasan Makassar.

“Konsumsi harian Pertalite di Makassar melonjak hingga 160 persen, dari yang biasanya 800 kiloliter (KL) per hari melonjak drastis hingga 1.300 KL per hari,” ungkap Kepala BPH Migas Wahyudi Anas  saat meninjau kondisi penyaluran di Makassar.

Untuk menanggulangi situasi darurat ini, Pertamina mengerahkan tambahan armada mobil tangki, menambah jumlah nozzle subsidi di 12 SPBU krusial, serta memberlakukan operasional SPBU nonstop 24 jam. Pihak kepolisian setempat juga bersiaga ketat di area SPBU guna mengantisipasi gesekan antar pengendara maupun gangguan ketertiban umum selama masa pemulihan pasokan. (zu)