KUKAR IDAMAN SEP 26
Berita  

Netanyahu Dipermalukan di Sidang PBB, Delegasi Indonesia Ikutan ‘Walk Out’

Perdana Menteri Israel,Benjamin Netanyahu. (AFP/Timothy A Clary)

NEW YORK — Panggung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memanas saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke podium, Jumat (25/9/2026). Puluhan delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memilih walk out dan meninggalkan ruang sidang secara massal sesaat sebelum Netanyahu memulai pidatonya.

Dokumentasi dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York menunjukkan jajaran diplomat Indonesia kompak berdiri dari kursi dan melangkah keluar arena. Langkah protes ini diikuti oleh puluhan delegasi negara lain, hingga menyisakan deretan kursi kosong di dalam gedung PBB.

Merespons gelombang aksi protes tersebut, pendukung Netanyahu di dalam ruangan membalas dengan tepuk tangan berdiri (standing ovation). Tak tinggal diam, Netanyahu melontarkan umpatan pedas ke arah para diplomat yang beranjak pergi.

Baca Juga  Dispora Kukar Berkomitmen Memperkuat Peran Kwartir Ranting Pramuka Dalam Membina Pemuda

“Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum keluar dari ruangan ini, silakan pergi!” cetus Netanyahu dari atas podium.

Gunakan PBB Sebagai Panggung Politik

Aksi brutal diplomasi Netanyahu ini bertepatan dengan ketatnya persaingan pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang. Pemimpin konservatif tersebut menggunakan forum internasional PBB untuk menyerang balik para pengkritik kebijakan militernya.

Salah satu sasaran utamanya adalah Wali Kota New York, Mamdani—politikus Muslim pertama yang memimpin kota tersebut. Netanyahu menuding Mamdani menyebarkan sentimen antisemit dan memicu ketakutan di kalangan warga Yahudi lokal.

Sebelumnya, Mamdani memang gencar mengkritik kebijakan Israel di Gaza dan sempat melontarkan janji untuk mengeksekusi surat penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki wewenang. Sebagaimana diketahui, ICC pada 2024 menilai ada bukti kuat bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang di Jalur Gaza.

Baca Juga  Disbun Kaltim Terus Dorong Pembentukan Kelompok Tani Peduli Api

Sentil Inggris dan Prancis

Tak hanya menyasar pejabat lokal AS, Netanyahu turut menyemprot negara sekutu Barat seperti Inggris dan Prancis yang kini mulai mengambil jarak dan menjatuhkan sanksi terbatas atas pendudukan Israel di Tepi Barat.

Menjawab tuduhan bahwa pemerintahannya melakukan praktik kolonialisme, Netanyahu membalasnya dengan menyinggung jejak sejarah kedua negara tersebut.

“Mereka menuduh negara kecil seperti Israel melakukan kolonialisme. Siapa yang menuduh kami? Inggris dan Prancis! Demi Tuhan, mereka sendiri yang menciptakan istilah itu,” tegasnya.

Tensi antara Netanyahu dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memang sudah lama membara. Hubungan kedua negara semakin merenggang setelah Macron gencar mendorong pengakuan internasional atas negara Palestina serta mengkritik tajam krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat dalam forum PBB. (zu)