KUKAR IDAMAN SEP 26

Pembangunan Terowongan Gunung Manggah Dimulai, Wali Kota Klaim Tak Rusak Lingkungan

Pembangunan Terowongan Gunung Manggah Dimulai, Wali Kota Klaim Tak Rusak Lingkungan
Wali Kota Samarinda Andi Harun (kanan, pakai helm) bersama Ketua DPRD Samarinda Sugiyono melakukan peletakan batu pertama Terowongan Gunung Manggah. (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akhirnya melakukan ground breaking pembangunan Terowongan Gunung Manggah, Jumat (20/1/2023). Peletakan batu pertama terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap ini dilakukan Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Ketua DPRD Sugiyono.

Orang nomor satu di Kota Tepian itu menerangkan, panjang terowongan ini yang mencapai 700 meter. Sementara strukturnya memiliki panjang strukturnya 400 meter. Anggaran yang dialokasikan dari APBD mencapai sekira Rp400 miliar, dengan pengerjaannya oleh anak perusahan dari BUMN yakni PT PP.

“Bahkan infonya dari PT PP tadi, di Indonesia, inisiasi pembangunan terowongan oleh Pemda ini baru pertama kalinya dilakukan oleh Pemkot Samarinda. Karena pembangunan tunnel ini biasanya hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat saja,” ungkap Andi.

Baca Juga  Wabup Kutim Tutup Agenda Bugis Vaganza di Teluk Pandan

Disampaikan, pembangunan terowongan ini bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar Gunung Manggah. Wilayah ini dianggap telah saatnya mempunyai alterrnatif jalan untuk menangani kemacetan pada beberapa ruas jalan yang menjadi akses pintu masuk ke jalan Kota Samarinda.

“Sebenarnya diawal ada alternatif membuat jalan layang di wilayah ini. Tetapi setelah perhitungan teknis biayanya ternyata mencapai Rp700 miliar karena ada pembebasan lahan di sisi kiri dan kanan yang sangat mahal. Hingga akhirnya alternatif membangun terowongan diambil karena biaya pembangunan lebih murah yakni berkisar di biaya Rp395 miliar,” terang mantan Legislator Kaltim ini.

Kata Andi Harun, konsep terowongan berbeda dengan yang ada di Makassar dan kota lain. Pembedanya ada pada kondisi alam di atas terowongan seperti gunung dan pohon yang tetap dipertahankan. Kondisi tanah tidak berubah lantaran pemerintah tidak ingin merusak kondisi alam di atasnya.

Baca Juga  RS Mata Kaltim Diresmikan, Hadirkan Layanan Operasi Katarak dan Lasik

“Insyaallah jika proyek ini sudah selasai, maka tahap berikut Pemkot akan kembali melakukan pelebaran di Jalan Alimuddin dan Jalan Sejati tahun depan,” tuturnya.

Lebih lanjut disebutkan, terowongan dan jalan pendekatnya ini nantinya juga bakal menjadi menjadi pintu masuk dan keluar Jembatan Ahmad Amins. Yang merupakan akses penghubung menunju Ibu Kota Negara Nusamtara (IKN).

“Jadi saya minta Camat dan Lurah serta OPD yang terlibat harus punya komitmen serius untuk menyukseskan pembangunan terowongan ini jangan sampai ada yang berspekulasi bermain pembebasan lahan untuk proyek ini, karena semua ini kita lakukan untuk kemaslahatan warga,” pungkas Andi Harun. (xl)