KUKAR IDAMAN SEP 26

Prabowo Akui Investasi Bidang Riset dan Pengembangan di Indonesia Sangat Sedikit

Prabowo Akui Investasi Bidang Riset dan Pengembangan di Indonesia Masih Sangat Sedikit
Prabowo melakukan pertemuan dengan 150 periset dari BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (6/8/2026). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi bidang riset dan pengembangan di Indonesia masih sangat sedikit. Seperti disampaikan saat memberikan taklimat dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).

Prabowo menyoroti capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih berada di bawah sejumlah negara. Meski demikian, dia meminta agar hasil tersebut dipandang sebagai bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

“Kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi. Kita pernah 2003-2006 cukup tinggi, habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka, dalam membaca, dalam matematik, dan sebagainya,” ujar Prabowo.

Dia menjelaskan, tantangan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain karena luas wilayah dan besarnya jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani. Dengan ratusan ribu sekolah yang tersebar hingga daerah pegunungan, pulau-pulau terluar, dan wilayah terpencil, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Baca Juga  Disdikbud Kukar Nonaktifkan Guru yang Kirim Pesan Tak Pantas ke Siswi

“Indonesia punya 388 ribu sekolah, kalau tidak salah nanti dicek. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia. Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil,” terang Prabowo.

Kemajuan riset dan inovasi, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan investasi di sektor pendidikan sebagai prioritas strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghasilkan berbagai penemuan, inovasi, dan paten yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan, dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” beber Prabowo.

Baca Juga  Termasuk Kaltim, Pemerintah Waspadai Peningkatan Covid-19 di Lima Provinsi

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prabowo mengungkapkan sejumlah langkah yang tengah dipersiapkan pemerintah, mulai dari memperbaiki kondisi fisik sekolah hingga membangun sekolah-sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi. Sekolah unggulan tersebut akan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar lulusannya memiliki standar pendidikan yang setara dengan institusi terbaik di dunia dan mampu bersaing untuk melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka dunia.

“Kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini. Entah joint, entah KSO (Kerja Sama Operasi), entah. Jadi kita ada dua cara,” imbuh Prabowo.

Dia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Di sisi lain, Kepala Negara mengakui bahwa investasi Indonesia di bidang riset dan pengembangan masih belum optimal sehingga perlu terus ditingkatkan.

“Tetapi ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” sebut Prabowo.

Baca Juga  Tegas! DPRD Kaltim Sebut Tak Ada Mediasi untuk Pelaku Tambang Ilegal

Untuk mendukung peningkatan investasi di bidang pendidikan dan riset, dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan negara. 

“Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? dari penghematan hal-hal korup, praktek-praktek koruptif, praktek-praktek penipuan, fraud, under-invoicing, mismanagement,” pungkas Prabowo. (xl)