KUKAR IDAMAN SEP 26

Wujudkan Pangan Berkelanjutan, Pemkab Kukar Gagas Program Bantu Warga yang Membutuhkan

Rapat koordinasi penyelamatan pangan di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan gagasan baru di bidang ketahanan pangan melalui pembentukan Program Bank Pangan. Gagasan ini diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan sebagai upaya mencegah makanan layak konsumsi berakhir di tempat sampah dan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Ananias mengungkapkan, sekira 16 persen pangan masyarakat terbuang di meja makan setiap harinya. Baik dari rumah tangga, restoran, hotel, hingga dapur umum.

“Selama ini pihak hotel atau rumah makan tidak punya waktu menyalurkan kelebihan makanan. Mereka juga khawatir jika pangan yang disalurkan ternyata tidak layak dan menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya usai rapat koordinasi di Hotel Elty Singgasana, Selasa (11/11/2025).

Menjawab persoalan tersebut, Bank Pangan dibentuk sebagai wadah koordinasi antara penyumbang pangan berlebih dengan para relawan penyalur. Relawan ini akan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Ikatan Remaja Masjid, dan mahasiswa untuk mengumpulkan serta menyalurkan pangan berlebih ke panti asuhan, pondok pesantren, hingga warga kurang mampu.

Baca Juga  Bahas Retribusi Jasa Usaha, Pansus DPRD Samarinda Rapat Bersama OPD Terkait

Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, para relawan akan dibekali pelatihan mengenai batas waktu konsumsi aman.

“Misalnya, makanan untuk sarapan harus dikonsumsi maksimal sampai pukul tiga sore. Kami juga menyiapkan kontainer khusus agar pihak hotel dan restoran tidak repot saat menyalurkan makanan,” jelas Ananias.

Sejumlah pihak telah menyatakan dukungan terhadap program ini, di antaranya Grand Elty, Grand Fatma, Tepian Pandan, Ayam Banjar, Bebakaran, serta dapur SPPG di Panjaitan, Loa Lepu, dan Tenggarong Seberang yang setiap hari menyiapkan ribuan porsi makan untuk siswa sekolah.

Baca Juga  Beluluq Lingau, Nama Kehormatan DAD Samarinda untuk Wali Kota Andi Harun

“Dapur SPPG ini setiap hari menyediakan sekitar 3.000 porsi. Pasti ada kelebihan, dan inilah yang akan kita manfaatkan untuk disalurkan. Namun makanan berkuah atau mudah rusak tetap dihindari,” tambahnya.

Program Bank Pangan juga menjadi bagian dari Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam misi penguatan ketahanan pangan berkelanjutan. Menurut Ananias, peningkatan produksi pangan harus berjalan seiring dengan pengurangan pemborosan agar keseimbangan pangan daerah tetap terjaga.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kukar Sunggono menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk menjembatani dua sisi masalah pangan, antara wilayah dengan kelebihan pangan dan daerah yang masih rentan pangan.

“Kita ingin tidak ada sumber pangan yang terbuang percuma. Rumah makan dan hotel yang memiliki makanan berlebih bisa menyalurkan lewat Bank Pangan agar dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Modus Investasi Bodong hingga Miliaran

Selain fokus pada penyelamatan pangan, Pemkab Kukar juga terus memperkuat edukasi dan intervensi terhadap 17 desa yang masuk kategori rentan pangan.

“Kalau tidak segera diintervensi, desa-desa ini bisa jatuh dalam kondisi rawan pangan,” pungkas Sunggono. (advprokom/fjr)