KUKAR IDAMAN SEP 26

DPR RI Apresiasi Erau Masuk KEN, Dorong Budaya Kukar Jadi Aset Ekonomi

DPR RI Apresiasi Erau Masuk KEN, Dorong Budaya Kukar Jadi Aset Ekonomi
Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian saat diwawancara usai Pembukaan Erau Adat Kutai 2026. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA  — Festival Erau Adat Kutai 2026 dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas dari festival budaya daerah menjadi salah satu agenda wisata yang diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional. Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, masuknya Erau ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi salah satu indikator meningkatnya posisi festival tersebut di kancah nasional.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026).

“Pertama tentunya kami merasa sangat bahagia karena Erau ini salah satu festival yang berkelanjutan. Alhamdulillah, tahun ini Erau masuk ke dalam Karisma Event Nusantara, jadi masuk 100 besar event yang ada di tingkat nasional,” kata Hetifah.

Baca Juga  Polresta Samarinda Bekuk Tujuh Tersangka Kasus Perdagangan Orang

Menurutnya, pencapaian tersebut perlu diikuti dengan peningkatan perhatian pemerintah pusat terhadap penyelenggaraan kegiatan budaya di daerah. Hetifah menilai budaya seharusnya tidak semata-mata dilihat sebagai pos pengeluaran pemerintah. 

Jika dikelola secara tepat, kegiatan budaya justru dapat menghasilkan dampak ekonomi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. “Nah, tentu saja kita berharap perhatian dari pemerintah pusat terhadap kegiatan-kegiatan budaya itu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Hetifah menekankan, pengembangan budaya perlu ditempatkan sebagai bagian dari investasi daerah.

“Supaya budaya itu tidak dianggap sebagai satu pengeluaran bagi pemerintah daerah. Tetapi sesungguhnya, jika dimanfaatkan dengan benar, budaya juga bisa membantu perekonomian, khususnya dari sisi ekonomi kreatif,” jelasnya.

Menurut Hetifah, Erau juga memiliki nilai strategis karena memperkuat identitas Kutai Kartanegara. Keberadaan festival tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya Kutai kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga  DPRD Kaltim Ingatkan Pemprov Terkait Potensi Silpa APBD

“Tentunya kita juga jadi memiliki Kukar sebagai satu identitas yang memang diakui,” katanya.

Selain aspek budaya dan ekonomi, Hetifah mengapresiasi penampilan kolosal yang menjadi bagian dari pembukaan Erau 2026. Dia menilai pertunjukan tersebut menunjukkan proses panjang yang melibatkan kerja sama, konsistensi dan kedisiplinan para pelaku seni.

“Mudah-mudahan anak-anak kita tadi sudah tampil dalam satu pentas kolosal yang sangat baik. Penampilan tersebut juga menunjukkan kerja sama, konsistensi, dan disiplin yang luar biasa. Penampilannya sangat sukses,” ujarnya.

Ke depan, Hetifah berharap Erau semakin dikenal di luar Kalimantan Timur dan berkembang menjadi agenda yang secara khusus dicari wisatawan. Dia bahkan menargetkan festival tersebut mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Baca Juga  Bupati Minta Jajaran Pemkab Kukar All Out Dukung Penyelenggaraan Pemilu

“Mudah-mudahan ke depan Erau akan lebih mengemuka dan menjadi satu event yang dicari, bukan hanya oleh orang Indonesia di luar Kalimantan Timur, tetapi juga oleh masyarakat dunia,” tutupnya. (fjr)