KUKAR IDAMAN SEP 26

Komitmen Pemkab Kukar Tingkatkan Infrastruktur, Jalan di Desa Karya Jaya Akhirnya Mulus

Komitmen Pemkab Kukar Tingkatkan Infrastruktur, Jalan di Desa Karya Jaya Akhirnya Mulus
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin saat mengunjungi Desa Karya Jaya. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya bisa menikmati akses jalan yang memadai untuk aktivitas sehari-hari. Raut wajah bahagia terlihat jelas, pasalnya bertahun-tahun jalan tersebut rusak dan menjadi harapan masyarakat agar ada pembangunan.

“Alhamdulillah, semenisasi di desa kami bisa terlaksana dan sekarang sudah bisa dirasakan oleh warga kami. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Wakil yang sudah merespon kebutuhan kami,” ucap Kepala Desa Karya Jaya, Parijo.

Selain untuk mobilitas sehari-hari, akses jalan juga sangat penting. Karena digunakan untuk mendukung perekonomian warga, salah satunya aktivitas di pasar subuh.

Baca Juga  Kejati Kaltim Geledah Kantor Disdikbud Kukar, Usut Dugaan Korupsi TPP Guru

“Ini juga untuk pertanian dan kebun. Kalau dahulu jangankan mobil, motor saja susah masuk ke desa kami,” jelasnya.

Kendati sudah dilakukan perbaikan jalan, Parijo tetap berharap sisa jalan yang belum disemenisasi dapat dilanjutkan kembali.

“Kami tetap berharap agar sisa jalan yang panjangnya kurang lebih 2 Km bisa dilanjutkan,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin yang beberapa waktu lalu mengunjungi wilayah tersebut berkomitmen sisa jalan yang belum diperbaiki akan dilanjutkan hingga tuntas. Dia menjelaskan, di 2024 mendatang Pemkab Kukar tetap akan berfokus pada peningkatan jalan di desa-desa.

Baca Juga  UMK Kaltim 2026 Resmi Ditetapkan, Berau Jadi yang Tertinggi

“Tentu masih banyak PR kita, karena kalau ingin mulus semua jalanan di Kukar, maka butuh Rp44 Triliun. Sedangkan kekuatan APBD kita saat ini tidak memungkinkan untuk memuluskan jalan sekaligus,” terang Rendi.

Sejauh ini per tahunnya Pemkab Kukar bisa mengeluarkan anggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan mencapai Rp 2-4 Triliun.

“Tetapi kami optimistis, dengan kekuatan APBD yang ada, program peningkatan jalan dapat terus terlaksana, dengan memprioritaskan wilayah-wilayah yang berorientasi pada sektor perekonomian,” jelasnya.

Pada APBD perubahan 2023, program perbaikan jalan dapat terus dilakukan melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), yang akan dikelola langsung oleh Kepala Desa.

Baca Juga  Pemkab PPU Ajukan Skema Pemdasus IKN

“Ya, akan dikelola langsung oleh kepala desa untuk penuntasan jalan desa,” pungkas Rendi. (zu)