SAMARINDA – Perbaikan jalan, drainase, penerangan jalan umum hingga ketersediaan air bersih masih menjadi keluhan utama warga Samarinda. Berbagai persoalan itu mendominasi aspirasi yang dihimpun anggota DPRD Samarinda selama masa reses pada 1–8 Oktober 2026.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, selain infrastruktur, warga juga menyampaikan kebutuhan bantuan sosial serta dukungan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
“Ya, rata-rata aspirasinya infrastruktur, semenisasi, drainase, kemudian penerangan lampu jalan, kemudian air bersih, PDAM, sumur bor. Terus juga ada masalah bantuan-bantuan sosial dan UKM,” ungkap Helmi.
Selama reses, Helmi menggelar pertemuan dengan masyarakat di dua titik di wilayah Samarinda Utara. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Menurut Helmi, beragam usulan itu akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat selanjutnya dibawa ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk diselaraskan dengan prioritas Pemerintah Kota Samarinda.
Namun, warga perlu menunggu lebih lama untuk melihat realisasi sejumlah usulan tersebut. Helmi menyebut pelaksanaan program yang bersumber dari aspirasi reses itu direncanakan baru dapat dilakukan pada 2028, setelah melalui tahapan perencanaan dan penganggaran.
Ia berharap kebutuhan yang disampaikan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar, mendapat perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Bagi Helmi, hasil reses menjadi salah satu pijakan anggota DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan warga melalui pembahasan kebijakan dan anggaran. Karena itu, ia menekankan pentingnya menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan program pemerintah agar pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan di lapangan. (zu)












